TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Bulan Juli 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan para pecinta astronomi. Sepanjang bulan ini, sejumlah planet di Tata Surya akan tampil menghiasi langit malam dan dapat diamati tanpa memerlukan teleskop.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Venus, yang diperkirakan akan tampak semakin terang karena posisinya terus mendekati Bumi dalam lintasan orbitnya.
Berdasarkan informasi yang dimuat oleh Space.com, Venus saat ini bergerak mendekati Bumi sehingga jarak kedua planet tersebut semakin berkurang dari malam ke malam.
Kondisi ini membuat Venus terlihat semakin terang dan mudah dikenali di langit setelah Matahari terbenam.
Meski menjadi objek paling mencolok, Venus bukan satu-satunya planet yang dapat dinikmati selama Juli 2026.
Beberapa planet lain juga akan menghiasi langit pada waktu-waktu tertentu sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati keindahan tata surya secara langsung.
• Karhutla Kembali Melanda Kayong Utara, BPBD Minta Bantuan Water Bombing ke BNPB
Mengutip EarthSky, sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, dua planet yang paling mudah ditemukan adalah Venus dan Jupiter.
Selama paruh pertama Juli, keduanya akan tampak menghiasi langit barat, dengan Venus terlihat semakin tinggi setiap harinya menjelang posisi elongasi terbesarnya pada 14–15 Juli.
Sementara itu, Jupiter masih akan menemani Venus hingga pertengahan bulan sebelum perlahan semakin sulit diamati.
Menjelang waktu fajar, Mars dan Saturnus juga dapat terlihat di langit bagian timur. Pada malam 7–8 Juli, Saturnus tampak berada sangat dekat dengan Bulan sehingga relatif mudah dikenali.
Kemudian pada 10–11 Juli, Mars akan tampak berdekatan dengan Bulan, ditemani gugus bintang Pleiades dan bintang terang Aldebaran, menciptakan pemandangan langit yang menarik untuk diamati.
Selanjutnya, pada malam 15, 16, dan 17 Juli, Bulan akan tampak berada di dekat Venus bersama bintang terang Regulus, sehingga menjadi salah satu fenomena langit yang layak disaksikan.
Sementara itu, pada dua hari terakhir Juli, Merkurius diperkirakan mulai terlihat rendah di ufuk timur menjelang fajar, khususnya bagi pengamat di belahan Bumi utara.
• Doa Lengkap Semua Aktivitas dari Berangkat Pulang Sekolah, Adab Menuntut Ilmu Supaya Lancar
Planet sering kali tampak seperti bintang terang, tetapi terdapat perbedaan yang cukup mudah dikenali. Tidak seperti bintang yang memancarkan cahaya hasil reaksi fusi nuklir di dalam intinya, planet tidak menghasilkan cahaya sendiri.
Planet hanya memantulkan cahaya Matahari. Karena itu, cahaya planet umumnya tampak stabil dan tidak berkelap-kelip seperti kebanyakan bintang.
Apabila menemukan objek terang yang sinarnya terlihat konstan tanpa kedipan, besar kemungkinan benda tersebut merupakan sebuah planet.
Selain itu, beberapa planet memiliki warna khas yang membedakannya dari bintang. Jupiter biasanya tampak berwarna oranye kecokelatan, Mars berwarna kemerahan, Saturnus cenderung kuning kecokelatan, Venus tampak putih kekuningan yang sangat terang, Neptunus terlihat kebiruan, sedangkan Uranus berwarna biru kehijauan.
Fenomena langit sepanjang Juli 2026 ini menjadi kesempatan menarik bagi masyarakat untuk menikmati keindahan Tata Surya secara langsung.
Dengan kondisi cuaca yang cerah dan minim polusi cahaya, berbagai planet tersebut dapat diamati menggunakan mata telanjang tanpa memerlukan alat optik khusus. (*)