Arsene Wenger mengungkapkan keraguan besar terhadap kemampuan Jurgen Klopp untuk memperbaiki masalah mendalam yang sedang melanda tim nasional Jerman. Meskipun mantan pelatih Liverpool itu dianggap sebagai sosok penyelamat, legenda Arsenal tersebut menilai bahwa permasalahan di sepak bola Jerman jauh lebih kompleks daripada sekadar siapa yang duduk di bangku pelatih.
Wenger mempertanyakan dampak Klopp
Wenger memperingatkan bahwa Klopp mungkin bukan solusi ajaib yang dibutuhkan Jerman setelah kegagalan mereka di Piala Dunia 2026. Dengan Klopp dijadwalkan menggantikan Julian Nagelsmann, ekspektasi publik sangat tinggi, namun Wenger menilai tugas yang menanti jauh lebih rumit daripada sekadar menunjuk pelatih berkelas dunia dengan kemampuan memotivasi luar biasa.
Berbicara dalam podcast Toni Kroos berjudul Einfach mal Luppen, Wenger menyampaikan keraguannya. “Nama Klopp memberi harapan bagi Jerman untuk kembali ke level tertinggi. Tapi apakah itu akan mengubah segalanya, saya tidak yakin,” ujar Wenger. “Kalian punya masalah yang lebih besar di Jerman. Sekali lagi: saya sama sekali tidak meragukan kualitasnya. Namun saya tidak tahu apakah dia sendirian bisa menyelesaikan semua masalah Jerman. Dia orang yang cerdas, dia tahu itu sendiri.”
Perbandingan dengan Brasil dan Ancelotti
Untuk memperjelas pandangannya, Wenger mencontohkan situasi di Amerika Selatan, di mana pelatih ternama lainnya juga kesulitan mengubah nasib negara sepak bola besar. Ia menyoroti bahwa bahkan manajer paling sukses pun terbatas oleh kualitas dan karakter pemain yang dimilikinya, dengan menyinggung kondisi terkini Brasil yang sedang terpuruk setelah kekalahan mengejutkan 2-1 dari Norwegia di babak 16 besar Piala Dunia — pertandingan yang juga disaksikan langsung oleh Wenger.
“Tidak ada yang meragukan kualitas Klopp. Dia pelatih top,” aku Wenger. “Namun lihat Brasil: mereka mendatangkan Carlo Ancelotti, tapi para pemainnya tetap sama. Pemain bagus membutuhkan pelatih hebat. Dan pelatih hebat juga butuh pemain bagus. Keduanya harus berjalan bersama.”
Kekurangan penyerang tajam
Salah satu kekurangan taktis yang disoroti Wenger adalah absennya penyerang nomor sembilan kelas dunia di skuad Jerman. Sementara negara lain di Piala Dunia mengandalkan sosok penyerang andalan untuk menghadapi laga-laga ketat di babak gugur, Die Mannschaft kesulitan menemukan sumber gol yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya tidak berpikir Nagelsmann membuat kesalahan besar di turnamen ini. Saat ini Jerman kekurangan sesuatu — turnamen ini menunjukkan betapa pentingnya memiliki penyerang sejati,” jelas mantan pelatih Arsenal itu. “Kalian butuh pemain yang bisa mencetak gol di momen-momen penentu, seperti Harry Kane di tim Inggris. Namun Jerman belum memiliki sosok seperti itu sekarang.”
Era baru di bawah Klopp
Ketika Klopp mengakhiri masa istirahatnya dari dunia kepelatihan, tekanan untuk meraih kesuksesan sangat besar. Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) memberikan wewenang luas kepadanya untuk menata ulang sistem pembinaan usia muda dan identitas dasar tim nasional.
Sementara DFB berharap Klopp bisa mengulangi kesuksesannya di Anfield, penilaian Wenger menunjukkan bahwa dampaknya mungkin terbatas jika Jerman tidak memperbaiki sistem pengembangan talenta mereka. Untuk saat ini, publik Jerman masih optimistis, namun peringatan dari legenda asal Prancis itu menjadi pengingat nyata tentang beratnya tantangan yang akan dihadapi pelatih baru tersebut.