Tuduhan kesalahan membuat karier pegawai ini berakhir. Sudah mengabdi 11 tahun, ia dipecat karena dituduh belum bayar cookies Rp 35 ribu!
Kesalahan ketika melakukan pembayaran bisa terjadi dari waktu ke waktu. Namun bagaimana ketika kesalahan tersebut membuatmu sampai kehilangan pekerjaan? Hal ini dialami seorang pegawai perusahaan ternama di Amerika Serikat.
Dilansir dari weirdkaya.com (7/7), Kurt Kromm bekerja di pabrik truk perusahaan Ford Motor Company di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Pengalamannya bekerja di sana juga tidak sebentar. Pria tersebut telah mengabdi selama 11 tahun di perusahaan tersebut.
Suatu hari, ia mengaku gula darahnya turun hingga 60 (normalnya 70-99 mg/dL) selama menjalani shift malam tanggal 9 April. Oleh karena itu, ia memutuskan pergi ke sebuah swalayan dan membeli dua cookies seharga $1,95 atau Rp 35.162.
Ketika menggesek kartu debitnya, layar pembayaran menunjukkan bahwa transaksinya gagal. Kromm menggesek kartu lagi dan kali ini mesin menampilkan tanda centang hijau yang seharusnya menjadi bukti jika pembayaran telah berhasil dilakukan. Karena tanda tersebut, Kromm mengira jika pembayarannya memang berhasil.
Berikut bukti pembayaran yang dilakukan pria itu saat membeli cookies. Foto: The Post / iStock
|
Seminggu kemudian, Kromm dipanggil ke kantor oleh dua supervisor. Supervisor tersebut menunjukan rekaman CCTV yang memperlihatkan dirinya tidak membayar cookies tersebut. Karena kejadian tersebut, Kromm lantas dipecat dari perusahaan.
"Mereka baru saja memecat saya, lalu mengantar saya keluar gedung. Saya bahkan harus meminta perwakilan serikat pekerja untuk mengambil laptop pribadi saya karena mereka tidak mengizinkan saya mengambil apa pun," jelasnya.
Bertekad membuktikan dirinya tidak bersalah, Kromm mulai mengumpulkan bukti. Ia meminta seorang mantan rekan kerjanya memotret kios swalayan yang menunjukkan harga cookies yang ia beli.
Ketika dia memeriksa catatan bank, dia melihat kartu kreditnya memang telah ditagih untuk pembelian tersebut dan mengirimkan tangkapan layar transaksi melalui email kepada eksekutif buruh Ford dan pejabat serikat pekerja.
Jika dilihat dari tangakapan layar, memang ada tagihan untuk Grandmas Chocolate chip yang harga dibanderol $1,95 (Rp 35.162).
Beberapa minggu berlalu, perusahaan Ford akhirnya mengakui bahwa mereka telah salah menuduh Kromm mencuri cookies tersebut. Pihak perusahaan juga menawarkan pekerjaannya kembali beserta gaji penuh sebesar $33.000 atau sekitar Rp 595.155.000.
Setelah mengetahui pihak perusahaan salah, Kromm diminta balik lagi bekerja tetapi ia tidak mau. Foto: The Post / iStock
|
Mendengar hal ini, Kromm menolak tawaran tersebut dan mengatakan tidak akan pernah menginjakkan kaki di perusahaan itu lagi. Secara emosional, dirinya merasa tidak sanggup kembali.
"Saya bekerja dengan 8.500 orang. Saya tidak sempat mengucapkan selamat tinggal kepada siapa pun. Saya sudah bekerja di sana selama 11 tahun," jelasnya.
Ia merasa pihak perusahaan juga tidak melontarkan permohonan maaf atau ucapan maaf yang tulus.
"Yang ada hanyalah, 'Oh, kamu tidak akan kembali?' Tidak saya tidak tertarik untuk kembali," jelasnya.
Kromm menambahkan bahwa Ford baru saja kehilangan seorang pekerja teladan. Ia merasa dirinya sangat lihai dalam pekerjaan tersebut.
Menurut Times Of India, kios swalayan yang bekerja sama dengan perusahaan tertentu memang kerap mengalami gangguan ketika pekerja membeli minuman dan makanan ringan. Gangguan tersebut akhirnya menyebabkan perselisihan antar pekerja, sampai ada yang dirugikan seperti Kromm.
Setelah pemecatan Kromm, Ford dilaporkan setuju mengganti kebijakan pemutus hubungan kerja langsung. Sedangkan kios swalayan sedang diselidiki. Seorang juru bicara Ford menolak untuk membahas lebih lanjut masalah ini karena alasan privasi.







