Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, TAMANSARI -- Jelang dimulainya tahun ajaran baru, kawasan Pasar Asemka di Jalan Asemka, Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, dipadati para orang tua yang berburu perlengkapan sekolah untuk anak-anak mereka, Rabu (8/7/2026).
Sejak siang hari, lorong-lorong pasar dipenuhi pengunjung yang hilir mudik membawa kantong belanja berisi buku tulis, alat tulis, tas, hingga perlengkapan sekolah lainnya. Suara pedagang yang menawarkan dagangan berpadu dengan aktivitas para pembeli yang sibuk membandingkan harga dari satu toko ke toko lainnya.
Di tengah keramaian itu, Wulan (36) tampak menggandeng kedua anak perempuannya menyusuri deretan kios alat tulis.
Sesekali ia berhenti untuk membandingkan harga sebelum memutuskan membeli barang yang dibutuhkan.
Salah satu anaknya akan memasuki jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), sementara adiknya akan naik ke kelas 4 Sekolah Dasar (SD).
Kebutuhan sekolah keduanya membuat daftar belanja Wulan menjadi cukup panjang.
Ia mulai membeli dua pak buku tulis, kemudian melanjutkan pencarian pulpen, pensil, penghapus, kotak pensil hingga tas sekolah.
Di setiap toko yang disinggahi, Wulan selalu menanyakan harga terlebih dahulu agar pengeluarannya tidak membengkak.
Menurutnya, biaya kebutuhan sekolah setiap tahun terus meningkat. Karena itu, ia memilih berbelanja di Pasar Asemka yang dikenal menawarkan harga lebih murah dibandingkan pusat perbelanjaan lainnya.
"Kalau di sini memang lebih murah-murah, makanya saya lebih pilih belanja ke Asemka," ujar Wulan.
Cerita serupa disampaikan Ida (50) yang juga datang khusus untuk melengkapi kebutuhan sekolah anaknya. Ia mengaku telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 juta, namun jumlah tersebut belum tentu cukup apabila seluruh kebutuhan harus dibeli sekaligus.
Menurut dia, biaya terbesar biasanya berasal dari pembelian seragam, sepatu, dan tas sekolah, sementara alat tulis hanya menjadi pelengkap.
"Bisa ya sampai sejutaan lah anggarannya. Sekarang kan mahal semua. Kayak beli buku, beli baju, sepatu, sama tas di sini semua," kata Ida.
Meski harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit, dia mengaku tetap memilih berbelanja langsung ke pasar agar bisa menyesuaikan kualitas barang dengan harga yang ditawarkan.
Sementara itu, Ani, warga Senen, juga rela datang ke Pasar Asemka demi membeli perlengkapan sekolah anaknya yang akan naik ke bangku SMA.
Ia mencari buku tulis dan sampul buku sambil melihat-lihat perlengkapan lain yang mungkin diperlukan.
Di tengah maraknya belanja melalui toko daring, Ani mengaku masih lebih nyaman datang langsung ke pasar. Menurutnya, melihat barang secara langsung memberikan kepastian terhadap kualitas produk yang akan dibeli.
"Saya pernah beli online juga, tapi sama aja sih kayaknya. Lebih puas ke toko, karena kalau online enggak bisa melihat langsung barangnya. Takut kualitasnya kurang bagus," ungkapnya.
Untuk pengeluaran, Ani tidak menetapkan anggaran khusus. Ia hanya membeli barang yang memang sudah habis atau sudah tidak layak digunakan agar belanja tetap sesuai kebutuhan.
Cerita Pedagang
Di sisi lain, para pedagang juga merasakan meningkatnya aktivitas jual beli menjelang tahun ajaran baru.
Aan, pedagang alat tulis yang telah berjualan di Pasar Asemka selama sekitar 15 tahun, mengatakan musim masuk sekolah selalu menjadi momen yang paling dinantikan.
Menurutnya, buku tulis, pulpen, pensil, penghapus hingga sampul buku menjadi barang yang paling banyak dicari pembeli.
Sebagian besar barang dijual dalam bentuk pak sehingga pembeli umumnya membeli dalam jumlah lebih banyak.
"Iya, kalau momen begini lumayan. Memang tahun ajaran baru jadi sumber rezeki kami. Cuma tahun ini omzet agak menurun dibanding tahun sebelumnya. Yang paling banyak dicari masih buku tulis, pulpen, sama pensil. Kita jualnya per pak, enggak per pcs," ujar Aan.
Meski daya beli masyarakat dinilai belum sepenuhnya pulih, Pasar Asemka masih menjadi salah satu tujuan utama warga Jakarta dan sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Harga yang relatif lebih murah dibandingkan pusat perbelanjaan modern membuat pasar legendaris ini tetap ramai dipadati pembeli setiap menjelang tahun ajaran baru. (m27)