Murka! Emak-Emak di Medan Kompak Blokade Jalan yang Tak Kunjung Diperbaiki 
Misran Asri July 08, 2026 10:54 PM

Belasan emak-emak itu memblokade jalan menggunakan kayu, bangku, poster protes, hingga pohon pisang

PROHABA.CO, MEDAN - Belasan emak-emak yang tinggal di Lingkungan 7, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, murka dan meluapkan kemarahannya. 

Pasalnya, bertahun-tahun jalan tempat mereka tinggal rusak parah, karena selalu merasakan banjir saat hujan.

Belasan emak-emak itu sebelumnya berkumpul di Jalan Tirtosari, Kelurahan Bantan, sebelum akhirnya mereka memblokade jalan menggunakan kayu, bangku, poster protes, hingga pohon pisang. 

Yanti (56) salah satu satu dari emak-emak yang meresah dengan kondisi jalan rusak di lingkungan mereka mengungkapkan meski hujan tak mengguyur Medan, tapi Jalan Tirtosari tetap becek karena banyak lubang dan drainase tersumbat.

"Karena, kan, sudah janji Lurah mau memperbaiki. Tapi kok katanya kasih waktu lah. Harus segera. Sudah bertahun-tahun jalan ini rusak, tapi yang parah di tahun ini," kata Yanti kepada Kompas.com Rabu (8/7/2026). 

Jalan Tirtosari bagi warga Lingkungan 7 sangat penting. Terlebih jalan tersebut juga dilalui oleh anak-anak sekolah. 

Banyaknya lubang dan genangan air disebutnya membuat aktivitas warga terganggu. 

Bahkan banyak pengguna jalan yang terjatuh di tempat itu. 

Baca juga: Warga Sibolangit Unjuk Rasa dan Blokade Jalan sebabkan Arus Lalu Lintas Medan-Berastagi Macet Total

"Mungkin yang buat jalan rusak adalah banyaknya mobil yang bawa katrol, kontainer, lewat. Panjang-panjang kali mobilnya," lanjutnya. 

Keadaan Jalan Tirtosari sama mengkhawatirkannya dengan banyaknya drainase yang tersumbat. 

Sehingga, tak heran bahwa jika hujan sedikit saja, jalan ini disebut Yanti digenangi banjir setinggi betis. 

"Ini sudah diperbaiki dan dialiri. Kelurahan sudah gotong royong, kepling-kepling semua juga sudah pada kumpul kemarin," sebutnya. 

Pantauan Kompas.com, blokade di Jalan Tirtosari sudah dicopot oleh pihak Kelurahan. 

Tak lama setelah emak-emak itu protes, datang 6 truk tanah timbun beserta alat berat untuk meratakan jalan. 

Lurah Bantan, Syawal Nasution mengatakan bahwa rencananya jalan ini akan dicor dan dibeton. 

Panjang Jalan Tirtosari yang diperbaiki adalah 225 meter dengan ketebalan 20 cm. 

Baca juga: Ratusan Sopir Taksi dan Pemuda Blokade Jalan di Sirkuit Mandalika

Syawal mengatakan bahwa pihaknya sudah menjelaskan hal ini kepada masyarakat. 

Namun, mereka tetap protes dan menuntut pembangunan cepat dikerjakan. 

"Dari bulan April lalu, kita sudah sampaikan permohonan terkait normalisasi jalan-jalan yang ada di sini, begitu juga permohonan untuk normalisasi (drainase). 

Di samping itu kita juga upayakan untuk perawatan semampu kita dari Lingkungan. Bersama warga kita rutin gotong royong," kata Syawal saat ditemui Kompas di Kantor Lurah Bantan, Medan Tembung, Rabu (8/7/2026) siang. 

Pihaknya terus berkoordinasi dengan UPT Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) untuk menangani permasalahan ini. 

Jalan Tirto Sari lewat musrenbang disebutnya sudah dianggarkan dengan biaya perbaikan Rp 600 juta. 

Dan kemungkinan tahun depan akan dibeton. 

Baca juga: Warga Cot Girek dan Pirak Timu Blokir Jalan Sawit PTPN IV, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan

"Ya warga kita kan pemahamannya terkait penganggaran ini tidak semua sama. Jadi sudah kita jelaskan tapi mereka tetap ingin melakukan aksi," ujar Syawal. 

Diakui olehnya bahwa di Kecamatan Medan Tembung, Jalan Tirtosari merupakan jalanan dengan kondisi yang parah dan rawan banjir. 

Ia berharap semoga dinas terkait bisa memprioritaskan pembangunan di jalan ini. 

"Mereka juga sudah lama drainasenya nggak berfungsi. Mudah-mudahan nanti dengan adanya ini (aksi), perhatian pun akan lebih bagus ke arah Jalan Tirto Sari itu," terangnya. 

Kepada Kompas.com Syawal menceritakan bahwa dirinya juga pernah terjatuh saat melintasi Jalan Tirtosari. 

Karena jalan tersebut berlubang dan sering digenangi air. 

Sehingga parit kecil di tepi jalan sering tidak terlihat. 

"Saya pernah juga jatuh di situ. Genangannya kan sampai ke Gang Amal. 

Gang Amal itu juga ada SD di dalam. Nah, di Gang Amal ini ada parit posisinya di tengah. Karena air belum jalan, kan paritnya penuh. Jadinya saya jatuh. Sekali saya jatuh di situ," akunya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.