TRIBUNJATENG.COM - Di saat banyak gerai Koperasi Merah Putih yang berlokasi di tempat sepi, hal berbeda dialami Koperasi Merah Putih di Cangakan, Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.
Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) tersebut justru belum memiliki gerai.
Namun, di tengah keterbatasan itu, anggotanya justru berinovasi.
Para pengurus sudah memulai usaha kedai kopi.
Baca juga: 1 Tahun Mozza Pergi dari Rumah, Polisi Pastikan Penyelidikan Hilangnya Gadis Ungaran Belum Berhenti
Baca juga: UNIMMA Dukung Pengembangan Wellness Tourism Berbasis Kearifan Lokal Rempah Borobudur
Usaha yang diberi nama Kopi Desa Merah Putih (KADEMPE) itu didirikan di sekretariat koperasi yang berada di samping kantor kelurahan.
Ada beberapa varian kopi yang dijual, mulai dari americano, kopi susu, kopi desa, kopi merah putih latte dan lainnya.
Ketua KKMP Cangakan, Sigit Danang Jaya menyampaikan, anggaran untuk memulai unit usaha kedai kopi ini bersumber dari swadaya pendiri koperasi.
Ada 75 orang yang mendirikan koperasi kelurahan ini.
Menurutnya, kopi merupakan salah satu minuman yang digemari semua kalangan.
Baik muda maupun tua.
Apalagi ia melihat banyaknya usaha kopi yang menjamur di Karanganyar, seperti di trotoar sepanjang Jalan Lawu.
"Maka kami memilih kopi sebagai alternatif mengembangkan salah satu usaha KKMP Cangakan," katanya kepada Kompas.com usai launching pada Rabu (8/7/2026).
Terkait unit usaha lainnya, pihaknya tetap mengikuti program pemerintah sembari menggali potensi daerah yang dapat dikembangkan menjadi unit usaha.
Ia berharap nantinya bisa dibangunkan gerai koperasi seperti di desa-desa pada umumnya serta mendapat kendaraan operasional.
Plt Ketua Dewan Koperasi Kabupaten Karanganyar, Muhammad Maksum mengapresiasi unit usaha yang dimulai oleh KKMP Cangakan.
Adanya unit usaha kedai kopi ini diharapkan dapat menggaet para pemuda.
Di sisi lain, peluncuran unit usaha mandiri ini juga bertepatan dengan momen bulan koperasi.
"Harapannya bisa menjadi penopang ekonomi di kelurahan Cangakan sekaligus untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan," terangnya.
Menurutnya memang sementara ini kopi yang digunakan masih berasal dari luar daerah. Selanjutnya tidak menutup kemungkinan nantinya dapat berkolaborasi dengan petani lokal Karanganyar. (*)
Sumber: kompas.com