PalmCo Perkuat Hilirisasi Sawit, 6,8 Juta Bibit Bersertifikat Telah Diserap Petani
Tommy Kurniawan July 08, 2026 07:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) menegaskan dukungannya terhadap percepatan hilirisasi industri kelapa sawit nasional dengan mendorong peran strategis perusahaan plat merah, termasuk PTPN IV PalmCo, dalam memperkuat produktivitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan petani sawit rakyat.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan RI, Ali Jamil, melalui Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam, mengatakan pemerintah memiliki mandat untuk mengawal dan mendukung BUMN dalam mempercepat agenda hilirisasi nasional.

“Kami memiliki tugas dari Bapak Presiden untuk mengawal dan mendukung perusahaan BUMN, khususnya PalmCo dan Agrinas, dalam percepatan hilirisasi,” kata Iim Mucharam saat menghadiri Workshop AKPSI & Sawit Expo bertajuk Sawit untuk Rakyat di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Dalam forum tersebut, Iim memaparkan pentingnya pengembangan industri sawit berkelanjutan sebagai fondasi hilirisasi sekaligus instrumen peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penguatan sektor hulu, peningkatan produktivitas petani, keberlanjutan, serta pengembangan industri hilir dinilai harus berjalan dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang diwakili Kepala Divisi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Abdul Muthalib, mengatakan PalmCo tengah menjalankan transformasi besar untuk memperkuat peran perusahaan dari sektor hulu hingga memasuki industri hilir.

Menurutnya, transformasi serupa juga perlu dilakukan secara lebih luas dalam industri sawit nasional. Terlebih, sekitar 42 persen luas perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh petani rakyat sehingga peningkatan produktivitas menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing industri.

Baca juga: Kalapas Pimpin Rapat Evaluasi Kinerja Lapas Kelas llB Muara Bulian

“Dari sisi sawit rakyat, kami berharap petani dapat mengubah pola pikir. Dalam mengelola kelapa sawit, jangan hanya berpikir mengenai harga. Hal yang perlu diperhatikan adalah produktivitas karena peningkatan produktivitas akan menentukan nilai ekonomi yang diterima petani,” kata Abdul.

Ia mengatakan PalmCo terus memperluas kontribusi dalam mendukung petani melalui penguatan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), transfer pengetahuan, penyediaan bibit unggul bersertifikat, pendampingan teknis, hingga penguatan kelembagaan petani.

PalmCo menjalankan beberapa program utama untuk mendukung sawit rakyat, yakni pola single management, avalis produksi, pemetaan geospasial, serta fasilitasi sertifikasi minyak sawit berkelanjutan bagi petani melalui Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Hingga 2025, program sertifikasi tersebut telah mencakup areal seluas 9.267 hektare dan melibatkan 4.544 kepala keluarga.

Pada aspek penyediaan bahan tanam, sebanyak 6,8 juta bibit siap salur bersertifikat telah diserap untuk mendukung pengembangan sekitar 47 ribu hektare kebun yang melibatkan lebih dari 23 ribu petani.

PalmCo juga memberikan bimbingan dan pelatihan teknis serta berperan sebagai offtaker bagi areal koperasi unit desa (KUD) dengan luas lebih dari 33 ribu hektare.

Selain itu, perusahaan mendorong penguatan kapasitas kelembagaan petani agar KUD mampu menjadi pusat transfer pengetahuan maupun offtaker bagi koperasi lainnya. Hingga kini, sebanyak 90 KUD di berbagai wilayah Indonesia telah menerima pendampingan administrasi, teknis, dan budidaya dari perusahaan.

Dalam paparannya, Abdul turut menekankan pentingnya percepatan peremajaan tanaman untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat. Ia mencontohkan produktivitas tanaman menghasilkan tahun pertama (TM I) di lingkungan PTPN yang mampu mencapai sekitar 18 ton per hektare.

“Petani tidak perlu takut melakukan replanting. Dengan peremajaan yang tepat, penggunaan bibit unggul bersertifikat, dan penerapan praktik budidaya yang baik, produktivitas dapat meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Workshop AKPSI & Sawit Expo turut dihadiri Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDP, Zaid Burhan Ibrahim; Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim; Anggota Dewan Energi Nasional, Satya Widya Yudha; serta Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara, Seger Budiarjo.

Melalui sinergi pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, kelembagaan petani, dan pelaku industri, percepatan hilirisasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional, tetapi juga memperkuat produktivitas dan kesejahteraan jutaan petani yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok kelapa sawit Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.