Polisi Uji Balistik Proyektil Peluru yang Melukai Bocah 9 Tahun di Setu Bekasi
Joseph Wesly July 08, 2026 07:45 PM

 

Laporan Muhammad Azzam

TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Polisi akan melakukan uji balistik terhadap satu proyektil yang diduga mengenai tubuh A (9) di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Uji balistik itu akan dilakukan Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri setelah satu proyektil peluru yang bersarang di tubuh bocah perempuan itu berhasil dikeluarkan.

Kapolsek Setu, AKP Usep Aramsyah, menegaskan bahwa hasil uji laboratorium forensik terhadap proyektil tersebut menjadi kunci utama dalam proses penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation) kasus ini.

"Proyektil yang diangkat dari tubuh korban saat ini telah diamankan sebagai barang bukti. Selanjutnya akan dilakukan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui spesifikasi dan ukuran proyektil tersebut," ujar AKP Usep Aramsyah pada Rabu (8/7/2026).

Berdasarkan analisis awal, proyektil yang melukai korban diduga kuat berasal dari peluru senapan angin. Usep mengingatkan bahwa senapan jenis ini memiliki daya rusak tinggi dan aturan hukum yang ketat, bukan sekadar mainan.

"Untuk sementara, dugaan kami proyektil tersebut berasal dari senapan angin. Penggunaan senapan angin sendiri memiliki aturan yang diatur dalam peraturan terkait penggunaan senjata api, karena senapan angin termasuk dalam kategori senjata api untuk keperluan hobi," tambahnya.

Polisi Periksa Enam Saksi dan Lakukan Penyelidikan Door to Door

Sambil menunggu hasil uji balistik keluar, lanjut Usep, petugas gabungan terus bergerak di lapangan guna mencari petunjuk tambahan. Hingga saat ini, polisi telah memeriksa enam orang saksi, termasuk tiga teman bermain korban, seorang warga di lokasi, serta Ketua RT dan Ketua RW setempat.

Baca juga: Viral Bocah 9 Tahun Terkena Peluru Nyasar di Setu Bekasi, Pingsan usai Tertembak

"Sudah ada enam orang yang dimintai keterangan, yakni tiga teman korban yang saat itu bermain bersama, seorang warga yang berada di lokasi, Ketua RT, dan Ketua RW," tutur Usep.

Kendati demikian, upaya petugas di lapangan sempat juga terkendala akibat minimnya kamera pengawas (CCTV) di sekitar perkampungan tersebut. Alhasil, pencarian pemilik senjata dilakukan secara konvensional.

"Sampai saat ini kami belum mengantongi identitas pelaku. Proses penyelidikan masih berlangsung. Mengingat di kawasan tersebut minim kamera CCTV, penyelidikan dilakukan secara manual dengan metode door to door kepada warga untuk mencari informasi mengenai orang yang diduga menggunakan senapan angin di sekitar lokasi," kata dia.

Kronologi Bocah 9 Tahun Jadi Korban Peluru Nyasar

Seorang bocah perempuan berusia 9 tahun berinisial A menjadi korban peluru nyasar saat bermain bersama teman-temannya di samping rumahnya di Kampung Baru, Desa Lubang Buaya, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tembak di bagian dada dan harus menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta.

Menurut nenek korban, Sino (59), peristiwa itu terjadi ketika cucunya tengah bermain bersama tiga teman sebayanya.

Tiba-tiba ada benda menghantam tubuhnya sebelum akhirnya pandangan matanya gelap dan pingsan.

"Awalnya dia lagi duduk, terus begitu ada bunyi seperti 'jepret', dia langsung pegang dadanya. Setelah itu dia mau bilang ke bundanya, tapi katanya matanya langsung gelap terus jatuh pingsan," ujar Sino pada Selasa (7/7/2026).

Keluarga dan warga yang mengetahui kejadian itu segera membawa korban ke klinik terdekat. Namun karena kondisinya cukup parah, A dirujuk ke Rumah Sakit Hermina sebelum akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Fatmawati untuk menjalani operasi pengangkatan proyektil yang bersarang di dada sebelah kanan.

Sino mengatakan operasi berjalan lancar dan kondisi cucunya kini mulai membaik serta telah sadar setelah menjalani tindakan medis.

Keluarga Sempat Melihat Proyektil yang Diangkat dari Tubuh Korban

Keluarga sempat melihat proyektil yang berhasil diangkat dari tubuh korban. Bentuknya berukuran kecil dengan bagian pinggir yang telah penyok. Meski demikian, keluarga belum dapat memastikan jenis peluru tersebut.

Berdasarkan informasi warga, peluru diduga berasal dari senapan angin yang digunakan seseorang untuk berburu hewan di sekitar lokasi. Nenek korban mengaku aktivitas berburu menggunakan senapan angin memang sesekali terjadi di kawasan tersebut, meski tidak setiap hari.

"Suka ada orang nembak burung, tapi tidak sering," katanya. (MAZ)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.