BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG– Melibatkan peserta dari empat kabupaten di sekitar wilayah operasional, Operator Preparation Program (OPP) kembali dilaksanakan PT Saptaindra Sejati (SIS) Site Adaro.
OPP menjadi salah satu upaya PT SIS untuk terus memperkuat komitmennya dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sejak pertama kali digulirkan pada tahun 2008, program strategis ini tercatat telah berhasil menjaring dan mencetak 1.893 operator profesional dari putra daerah.
Sedangkan untuk program OPP tahun 2026 ini diikuti 10.800 peserta pelamar dengan target 120 orang dan sebanyak 800 orang lolos dalam seleksi berkas.
Menandai dimulainya OPP PT SIS Site Adaro Tahun 2026, pembukaan secara resmi dilakukan Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, Rabu (8/7/2026) di Pendopo Bersinar.
Dalam rangkaian pembukaan dilakukan juga pemasangan atribut pelatihan secara simbolis kepada perwakilan peserta OPP PT SIS Site Adaro Tahun 2026.
Chief Operation ADMO PT SIS, Agus Harsanto, menegaskan Kabupaten Tabalong tetap menjadi prioritas utama dalam penyerapan tenaga kerja ini.
Hal tersebut selaras dengan porsi operasional terbesar perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Tabalong.
"Dari total sekitar 1.850 lulusan OPP hingga saat ini, sekitar 1.250 orang di antaranya dari Tabalong," ujar Agus.
Agus juga menyampaikan, untuk tahun 2026 program OPP yang akan dilaksanakan ada 4 angkatan (batch). Saat ini baru berjalan untuk batch 1 dan batch 2.
Dari batch 1 dan batch 2 ini jumlah pesertanya sebanyak 113 orang yang baru saja menyelesaikan pelatihan di Banjarmasin.
Di mana 76 peserta di antaranya kembali didominasi talenta asal Tabalong, disusul peserta dari Balangan, Barito Timur, dan Barito Selatan.Sementara itu, perwakilan Manajemen PT Adaro Indonesia, Rizki Kemarajaya, mengatakan sebagai salah satu dari tiga perusahaan produsen batu bara terbesar di Indonesia dengan target produksi mencapai 50 juta ton per tahun, Adaro menaruh kepercayaan penuh kepada para operator lokal.
Di mana para peserta OPP ini akan memikul amanah mengoperasikan unit-unit alat berat seperti HD, buldozer, hingga ekskavator yang memiliki nilai investasi sangat tinggi.
"Itu bentuk kepercayaan yang besar untuk menjaga amanah mengoperasikan alat berat," katanya.
Namun, lanjutnya, yang jauh lebih sulit dari mengoperasikan alat senilai puluhan miliar tersebut adalah bagaimana mengoperasikan dan mengendalikan diri sendiri agar tetap disiplin.
Sehingga aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Adaro menjadi hal yang sangat penting untuk terus dijaga.
Meski penuh tantangan, Rizki memotivasi para peserta jika jalur karier di sektor ini sangat terbuka lebar.
Program ini bukan sekadar pelatihan operator, melainkan batu loncatan untuk meraih posisi strategis seperti pengawas, section head, kepala bagian, hingga manajer di masa depan.
Di tempat yang sama, Bupati Tabalong, HM Noor Rifani, mengapresiasi komitmen berkelanjutan dari PT SIS dan Adaro Group yang secara konsisten membangun kualitas SDM lokal.
Menurut H Fani, program ini selaras dengan program prioritas Tabalong Smart, Mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil.
Tujuannya, agar pemuda daerah tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama di tanah kelahiran sendiri.
H Fani menambahkan, sinergi dan kolaborasi erat antara pemerintah dan dunia usaha inilah yang diyakini mampu melahirkan legasi yang akan terus dikenang.
Sebagai langkah nyata dukungan, Pemkab Tabalong telah menyiapkan workshop pelatihan alat berat khusus bagi putra-putri daerah agar siap bersaing secara kompeten.
"Kami terus berupaya menyiapkan anak-anak Tabalong agar siap berkompetensi dan memberikan yang terbaik. Insyaallah, kami sudah menyiapkan sarana pelatihan terbaru," ujar H Fani.
Di mana pada APBD Perubahan ini, disiapkan pengadaan unit dump truck (DT) elektrik untuk pelatihan, sehingga nantinya siap menghadapi teknologi baru di dunia kerja.
H Fani juga berpesan agar para peserta OPP dapat menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya serta menjaga dengan sungguh-sungguh amanah maupun kepercayaan yang telah dititipkan orang tua, pemerintah, dan masyarakat.
"Sektor industri saat ini tidak sekadar membutuhkan tenaga kerja yang bersemangat, melainkan yang memiliki kompetensi, kedisiplinan, serta kemauan kuat untuk terus belajar. Jangan sia-siakan kesempatan ini," ucapnya. (banjarmasinpost.co.id/donyusman)