SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Seorang pria berinisial Asit (54) ditemukan meninggal dunia di area persawahan miliknya di Desa German, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban diduga kuat mengembuskan napas terakhirnya akibat serangan jantung saat sedang beraktivitas.
Kapolsek Sugio, AKP Jinanto, melalui Kasihumas Polres Lamongan, Ipda M Hamzaid, membenarkan adanya peristiwa memilukan tersebut.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh warga setempat yang sedang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun oleh pihak kepolisian, peristiwa ini bermula ketika warga Desa Sekarbagus, Kecamatan Sugio itu berpamitan kepada istrinya sekitar pukul 07.00 WIB.
Korban meninggalkan rumah dengan tujuan untuk mencangkul di lahan persawahan miliknya.
"Korban berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke sawah sekitar pukul 07.00 WIB," ujar Hamzaid saat memberikan keterangan resmi kepada SURYA.co.id.
Namun, selang dua jam kemudian, warga yang berada di sekitar lokasi kejadian mendapati korban sudah dalam posisi telungkup di tanah.
Warga bersama saksi di lokasi segera mengevakuasi korban ke rumah duka, dan langsung menghubungi petugas medis dari Puskesmas Sugio untuk melakukan pemeriksaan luar.
Tim medis yang tiba di rumah duka segera melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada tubuh korban.
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar tersebut, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik maupun bekas penganiayaan.
"Hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal dunia akibat serangan jantung," kata Hamzaid menjelaskan.
Setelah menerima laporan warga, personel Polsek Sugio bersama petugas Puskesmas Sugio, Kepala Desa Sekarbagus, beserta perangkat desa setempat langsung mendatangi lokasi.
Mereka melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), membantu proses evakuasi, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi mata.
Setelah seluruh proses pemeriksaan luar selesai dilakukan, pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa ini sebagai musibah murni.
Mereka juga secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan autopsi terhadap jenazah korban.
Jasad korban kemudian diserahkan sepenuhnya kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Menyikapi kejadian ini, Polres Lamongan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan pribadi, terutama saat melakukan aktivitas fisik yang berat di luar ruangan seperti bertani atau mencangkul.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga kejadian ini diduga merupakan musibah akibat kondisi kesehatan korban," pungkas Hamzaid.