Lutung justru Sembunyi di Kamar Mandi setelah Diusir Pemilik Warung di Jambi
Suci Rahayu PK July 08, 2026 10:11 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Saat sedang bersih-bersih warung di Lorong Kas RT 07, Perumahan Aura Bimantara, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, Zamroni terkejut.

Aktivitas bersih-bersih di sebuah warung itu mendadak diwarnai kepanikan setelah seekor lutung kelabu masuk ke area bangunan, Selasa (7/7/2026).

Satwa liar tersebut pertama kali terlihat di depan warung milik Zamroni.

Saat pemilik berusaha mengusirnya, lutung justru berlari masuk ke kamar mandi dan bersembunyi di dalam.

Karena khawatir satwa itu membahayakan penghuni rumah maupun warga sekitar, Zamroni segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi melalui layanan darurat.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan laporan diterima petugas pada pukul 14.14 WIB.

Tim Rescue Pleton 2 Mako kemudian diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 14.23 WIB dan tiba sekitar 10 menit kemudian untuk melakukan penanganan.

"Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung kami kerahkan ke lokasi.

"Tim segera melakukan assessment sebelum melaksanakan evakuasi agar penanganan berlangsung aman bagi masyarakat maupun satwa," kata Mustari Affandy, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena lutung kelabu beberapa kali memberikan perlawanan ketika hendak diamankan.

Setelah melalui proses penanganan, petugas akhirnya berhasil menangkap satwa tersebut menggunakan jaring dan tali jerat sebelum dimasukkan ke kandang evakuasi.

"Satwa sempat melakukan perlawanan saat hendak dimasukkan ke kandang. Namun berkat pengalaman personel serta penggunaan peralatan yang sesuai prosedur, proses evakuasi berhasil diselesaikan dengan aman tanpa menimbulkan korban," ujarnya.

Setelah berhasil diamankan, lutung kelabu itu tidak dibawa ke tempat penangkaran.

Petugas memilih melepaskannya kembali ke habitat alaminya di kawasan hutan Sungai Gelam untuk menghindari konflik dengan masyarakat.

"Setelah dipastikan aman, satwa langsung kami lepas liarkan ke kawasan hutan Sungai Gelam agar kembali ke habitatnya," katanya.

Operasi evakuasi melibatkan enam personel Rescue Pleton 2 Mako dengan dukungan satu unit Rescue Fire Jeep, kandang satwa, jaring, tali jerat, stick hook, serta alat pelindung diri (APD).

Seluruh proses penanganan berlangsung sekitar dua jam 18 menit hingga tim kembali ke markas pada pukul 16.51 WIB.

Di akhir keterangannya, Mustari mengimbau masyarakat agar tidak mencoba menangani sendiri satwa liar yang masuk ke kawasan permukiman.

"Apabila masyarakat menemukan satwa liar masuk ke rumah atau kawasan permukiman, segera hubungi Damkartan.

"Jangan bertindak sendiri karena berpotensi membahayakan masyarakat maupun satwanya. Biarkan petugas yang memiliki peralatan dan kemampuan melakukan penanganan," pungkasnya.

(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)

 

Baca juga: Warga Terdampak Zona Merah Jambi Urunan demi Bersuara di Hadapan Wakil Rakyat

Baca juga: Daftar 15 Pejabat Masuk Tiga Besar Lelang Jabatan Eselon II Pemprov Jambi

Baca juga: Mobil Putih Berisi Ekstasi Berhenti di The Hok dan Penyergapan Tengah Malam

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.