pembangunan PSEL dengan nilai investasi sebesar Rp3 triliun itu menjadi akselerasi penting untuk mengatasi lonjakan volume sampah di wilayah Bali khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Badung (ANTARA) - Bupati Badung, Bali, I Wayan Adi Arnawa mengatakan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bali akan memperkuat kepercayaan dunia internasional terhadap komitmen Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Ini merupakan langkah penting dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu bagi Kabupaten Badung dan Kota Denpasar,” ujarnya, saat peresmian pembangunan PSEL Bali di Denpasar, Rabu.
Adi Arnawa mengatakan pembangunan PSEL dengan nilai investasi sebesar Rp3 triliun itu menjadi akselerasi penting untuk mengatasi lonjakan volume sampah di wilayah Bali khususnya Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.
Nantinya PSEL Bali diproyeksikan dapat menurunkan 80 persen emisi per ton sampah dibandingkan metode pembuangan terbuka ke TPA dan mampu mengelola lebih dari 500.000 ton sampah per tahun.
PSEL Bali dirancang untuk memberikan dampak nyata terhadap pengelolaan sampah, energi hijau, dan ekonomi lokal dengan mengacu pada standar lingkungan Europe Industrial Emission Directive atau EU IED.
Bupati Adi Arnawa mengungkapkan persoalan sampah selama ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk wisatawan mancanegara.
Dengan hadirnya fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik itu Bali menunjukkan keseriusannya menghadirkan solusi yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
“Kami berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, baik dari sisi pengelolaan sampah, kualitas lingkungan, maupun sektor pariwisata," ungkap dia.





