TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG – Seorang mantan penghuni rumah kos di Jalan Raja Ali Haji Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya setelah selamat dari musibah kebakaran yang melanda bangunan tersebut, Rabu (8/7/2026) sore.
Perempuan bernama Rita itu mengaku baru saja memindahkan seluruh barang miliknya ke tempat tinggal baru pada Selasa (7/7/2026) malam atau hanya beberapa jam sebelum api melalap rumah kos yang sebelumnya ia tempati.
"Tadi malam sekitar pukul 23.00 WIB semua barang sudah selesai kami angkut ke kos baru, jadi kamar sudah kosong," ujar Rita.
Saat kebakaran terjadi sekitar pukul 16.09 WIB, Rita sedang berada di luar. Ia baru mengetahui kabar tersebut setelah dihubungi temannya.
Tanpa berpikir panjang, Rita langsung menuju lokasi. Sesampainya di sana, ia terkejut mengetahui kamar yang sebelumnya ditempatinya menjadi salah satu ruangan yang hangus terbakar.
"Saat tiba di sini ternyata kamar kami yang terbakar. Syukurnya barang-barang sudah tidak ada lagi di dalam," katanya.
Rita mengaku, sebelum memutuskan pindah, kondisi kamar memang terasa panas dan pengap. Namun ia tidak pernah menyangka bangunan itu akan dilanda kebakaran.
Baca juga: Kebakaran Indekos di Tanjungpinang Viral di Medsos, Rita Syok Kamar yang Pernah Ia Tempati Terbakar
Ia juga mengetahui ada penghuni lain yang sempat terjebak ketika kobaran api membesar.
"Tadi ada penghuni di lantai tiga yang sempat terjebak. Untung semuanya berhasil keluar dengan selamat," ujarnya.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tanjungpinang, Dery, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 16.09 WIB dan langsung mengerahkan tiga unit mobil pemadam dari Pos Ruko Berenang, Dompak, dan Inter Center.
"Dua kamar di lantai dua terbakar. Bangunan ini merupakan rumah kos yang terdiri dari beberapa kamar, sedangkan kamar lainnya hingga lantai tiga berhasil diselamatkan," jelas Dery.
Ia mengungkapkan, tiga penghuni sempat terjebak saat api membesar. Dua orang berada di lantai dua, sementara satu orang lainnya berada di lantai tiga.
Beruntung, ketiganya berhasil menyelamatkan diri dengan keluar melalui bagian belakang bangunan dan berpindah ke ruko di sebelah.
"Semuanya penghuni selamat. Ada yang keluar lewat belakang dan ada yang melompat dari jendela menuju bangunan sebelah," katanya.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain.
Berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Api dengan cepat membesar setelah membakar kasur di salah satu kamar.
"Sambaran api cepat membesar karena membakar kasur. Penghuni sebenarnya sempat melakukan penanganan awal menggunakan APAR yang tersedia di lokasi, tetapi api tidak berhasil dipadamkan," ujar Dery.
Ia mengimbau para pemilik rumah kos maupun tempat usaha agar menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah awal penanganan apabila terjadi kebakaran.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut. (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).