Zlatan Ibrahimovic beri peringatan kepada Argentina bahwa Lionel Messi 'butuh bantuan' sambil memuji megabintang Inter Miami sebagai 'binatang'
Dewi Rahayu July 09, 2026 03:17 AM

Zlatan Ibrahimovic menyampaikan pesan tegas kepada skuad Argentina, menegaskan bahwa Lionel Messi tidak bisa terus memikul beban tim nasional sendirian meskipun tampil luar biasa di Piala Dunia. Bintang Inter Miami itu kembali menunjukkan performa gemilangnya saat membawa Argentina menang dramatis 3-2 atas Mesir, namun Ibrahimovic menilai para pemain lain harus berbuat lebih banyak untuk meringankan tanggung jawab sang kapten.

Ibrahimovic memuji Messi sebagai 'binatang'

Messi sekali lagi membuktikan mengapa ia dianggap sebagai yang terbaik sepanjang masa, menjadi inspirasi di balik kebangkitan sensasional Argentina melawan Mesir di babak 16 besar Piala Dunia. Setelah tertinggal 0-2 di Atlanta, Messi memicu kebangkitan dengan memberikan assist kepada Cristian Romero sebelum mencetak gol penyeimbang, lalu membantu terciptanya gol penentu kemenangan oleh Enzo Fernandez di masa tambahan waktu. Penampilan tersebut membuat Ibrahimovic kagum atas tekad tanpa henti mantan rekan setimnya di Barcelona itu.

Berbicara kepada Fox Sports, Ibrahimovic melihat perubahan nyata dalam sikap Messi saat ancaman eliminasi menghampiri. “Kamu bisa melihat ada sesuatu yang berubah. Dia menyalakan saklar (setelah 0-2). Dia menjadi binatang dan tidak ada yang bisa menghentikannya,” ujar Ibrahimovic. “Kamu bisa lihat betapa besar artinya bagi dia. Dia mungkin sudah memenangkan segalanya, berapa pun jumlah Ballon d’Or yang dia punya, tapi dia masih ingin lebih.”

Peringatan bagi para pemain pendukung

Meski suasana penuh perayaan setelah peluit akhir—ketika Messi yang berlinang air mata dipeluk rekan-rekannya—tetap saja Ibrahimovic menyampaikan kritik tajam kepada sisa skuad Argentina. Legenda asal Swedia itu berpendapat bahwa sang juara bertahan terlalu bergantung pada pemain berusia 39 tahun yang kini tampil lebih baik dibandingkan siapa pun di turnamen. Saat ini, Messi memimpin perburuan Sepatu Emas dengan delapan gol, unggul atas Kylian Mbappe dan Erling Haaland yang masing-masing mencetak tujuh.

Ibrahimovic menegaskan bahwa Albiceleste tidak bisa terus-menerus berharap Messi menyelamatkan mereka di setiap pertandingan sistem gugur. Ia menambahkan: “Sedikit kritis, rekan-rekannya harus tampil lebih baik dan membantu. Dia berada di level yang berbeda. Jika Messi terus seperti ini sampai akhir, tidak ada yang akan terkejut. Tapi dia butuh bantuan.”

Henry turut memuji sang pesulap

Thierry Henry, yang bergabung dengan Ibrahimovic dalam siaran tersebut, juga terpesona oleh kemampuan Messi menantang usia dan ekspektasi di panggung dunia. Penyerang Inter Miami itu kini telah mencetak 21 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya, melampaui legenda seperti Miroslav Klose dan tetap unggul atas bintang Prancis Mbappe yang mencatatkan 19 gol di turnamen tersebut. Henry membandingkan perjalanan karier Messi dengan film Hollywood yang terasa terlalu sempurna untuk menjadi kenyataan.

“Jika kamu menulis skenario itu, itu seperti film yang kamu pikir tidak mungkin nyata. Jenis film di mana kamu merasa sutradaranya terlalu berlebihan,” ujar Henry saat analisis. “Tapi Messi menulis seperti itu, pria ini menulis sejarah dengan kakinya.”

Setelah kebangkitan melawan Mesir, jumlah gol internasional Messi kini mencapai angka luar biasa 125 gol dari 204 penampilan untuk negaranya.

Jalan menuju perempat final

Argentina kini mengalihkan fokus mereka ke laga perempat final melawan Swiss di Kansas City pada Sabtu ini. Swiss memastikan tempat mereka setelah menang lewat adu penalti yang menegangkan atas Kolombia, dan akan menjadi tantangan berikutnya bagi tim asuhan Lionel Scaloni dalam upaya mempertahankan gelar juara. Messi sendiri mengakui beratnya perjalanan sejauh ini, sambil memuji ketangguhan rekan-rekannya meskipun sempat menghadapi situasi sulit di Georgia.

“Kami tertinggal 0-2 dan sangat luar biasa bisa membalikkan keadaan,” ujar Messi usai pertandingan. “Tidak mudah bangkit dari ketertinggalan 0-2, tapi grup ini tidak pernah menyerah dan terus berjuang sampai akhir. Apa yang dilakukan tim ini hari ini di babak ini sungguh luar biasa.”

Apabila mereka berhasil melewati Swiss, kemungkinan besar Argentina akan menghadapi pemenang antara Inggris dan Norwegia di babak semifinal.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.