Kebiasaan baru tampaknya mulai terbentuk bagi tim nasional Inggris di Piala Dunia 2026 — berdiri bersama para pendukung mereka setelah meraih kemenangan dan menyanyikan lagu klasik Oasis berjudul Wonderwall.
Para penggemar Inggris memang sudah memiliki lagu kebanggaan mereka seperti Three Lions dan Sweet Caroline untuk dinyanyikan di tribun. Namun, di turnamen kali ini, mereka justru memilih balada Britpop tersebut untuk merayakan kemenangan tim.
Tapi mengapa hal ini baru terjadi sekarang, dan bagaimana awal mulanya?
Tradisi ini pertama kali muncul setelah kemenangan Inggris 4-2 atas Kroasia. Setiap tim yang berpartisipasi dalam turnamen diminta memilih lagu untuk momen-momen tertentu dalam pertandingan, termasuk lagu pemanasan sebelum laga, musik saat mencetak gol, dan nyanyian bersama setelah pertandingan.
Wonderwall menjadi salah satu pilihan mereka untuk diputar setelah pertandingan. Saat lagu tersebut mulai terdengar melalui sistem pengeras suara stadion di Dallas, Texas, para pemain dan suporter serempak ikut bernyanyi, dan dari situlah tradisi ini tampaknya lahir.
Mengapa lagu ini begitu menyentuh hati para pemain dan penggemar, masih menjadi tanda tanya.
Namun, ada makna emosional dalam liriknya yang tampaknya sesuai dengan perjalanan Inggris di turnamen ini. Jalan berliku yang mereka tempuh menuju final menggambarkan perjuangan mereka untuk meraih trofi internasional pertama sejak tahun 1966. Sementara kata "mungkin" yang penuh harapan dalam bagian reff menggambarkan keyakinan bahwa tahun ini bisa saja menjadi tahun keberuntungan bagi Inggris.
Dan jujur saja, siapa yang tidak ingin berteriak, “Aku tak percaya ada orang lain yang merasakan hal yang sama sepertiku padamu sekarang,” kepada Big Dan Burn setelah aksi heroiknya di Stadion Azteca?
Fenomena ini kini begitu besar hingga Liam Gallagher sendiri (secara setengah bercanda) berjanji akan menyanyikannya langsung di lapangan jika Inggris berhasil mencapai final.
Setelah kemenangan Inggris atas Meksiko pada Senin pagi, jumlah streaming Wonderwall di Inggris melonjak 306%. Dalam periode 24 jam penuh, lagu tersebut diputar sebanyak 200.441 kali, naik 18% dibandingkan hari sebelumnya.
Lagu-lagu lain yang identik dengan timnas Inggris juga ikut terdongkrak popularitasnya berkat perjalanan mereka di turnamen ini. Three Lions, Vindaloo, World in Motion, dan We're on the Ball adalah beberapa di antaranya yang mengalami lonjakan besar dalam jumlah pemutaran setelah kemenangan Inggris.
Tradisi baru ini membawa kabar baik sekaligus buruk bagi Liam dan Noel Gallagher. Di satu sisi, peningkatan popularitas ini berarti lebih banyak royalti bagi band mereka. Namun, Noel Gallagher dalam beberapa wawancara mengakui bahwa ia sebenarnya tidak mendukung tim nasional Inggris.
“Saya bukan penggemar Inggris,” ujarnya kepada TalkSPORT. “Saat saya tumbuh besar, sebagian besar pemainnya berasal dari Liverpool dan United. Saya tidak bisa mendukung itu.”
“Saya senang melihat John [Stones]. John adalah teman saya, dan dia sudah mendekati akhir kariernya di City. Menyenangkan melihatnya tampil bagus. [Marc] Guehi juga tampil solid seperti biasanya.”
Sayangnya, tampaknya para penggemar masih sepenuhnya mengabaikan lagu buatan Neil dan Christine Hamilton tahun 2006 berjudul England are Jolly Dee. Sulit membayangkan alasannya mengapa.