TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan telah terjadi gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 2,5 di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Kamis pagi, 9 Juli 2026.
Berdasarkan data resmi BMKG di akun X BMKG, guncangan gempa tersebut tercatat terjadi pada pukul 04:17:37 WIB atau sekitar pukul 05:17:37 WITA.
Gempa terletak pada koordinat titik lok: 7.83 Lintang Selatan (LS) dan 117.19 Bujur Timur (BT).
Pusat gempa tersebut berjarak sekitar 67 kilometer arah Timur Laut dari Pulau Saringi, NTB.
Kedalaman pusat gempa yang tergolong dangkal, yaitu 10 kilometer.
BMKG memberikan catatan bahwa informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data.
Catatan:
Gempa bumi yang dilaporkan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) kadang tidak terasa oleh masyarakat karena beberapa faktor teknis dan alamiah.
Banyak gempa yang tercatat adalah gempa kecil, kurang dari magnitudo 4,0 terutama yang sering terjadi di wilayah aktif.
Meskipun alat seismometer sangat sensitif, guncangan magnitudo kecil sering kali tidak terasa oleh manusia.
Gempa yang berpusat di kedalaman yang sangat dalam sering kali tidak terasa di permukaan karena energi guncangannya sudah teredam oleh lapisan bumi sebelum mencapai permukaan.
Lokasi masyarakat yang berada jauh dari pusat gempa menyebabkan getaran terasa sangat lemah atau tidak terasa sama sekali.
BMKG menggunakan teknologi seismometer canggih yang mampu mendeteksi guncangan super kecil, yang tidak dirasakan manusia namun penting bagi ilmuwan untuk memetakan aktivitas tektonik.
Tanah lunak dapat memperkuat guncangan, sedangkan tanah keras atau batuan padat cenderung meredam getaran.
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini