TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pembangunan Sekolah Rakyat di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus dikebut menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli mendatang.
Hingga Rabu (8/7/2026), progres pembangunan telah mencapai 84,313 persen dan sejumlah fasilitas utama dipastikan siap digunakan untuk menyambut 270 siswa baru.
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri meninjau langsung lokasi pembangunan bersama perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan sesuai target pemerintah pusat.
Baca juga: Tinjau Sekolah Rakyat Palaran Samarinda, Kemensos Kejar Target Operasional 270 Siswa
"Alhamdulillah kita bisa lihat sendiri progresnya terus dikejar. Semoga sesuai harapan Bapak Presiden sehingga tanggal 14 nanti MPLS bisa berjalan," ujar Saefuddin.
Ia mengaku masih menemukan sejumlah pekerjaan yang harus segera dirampungkan, mulai dari penyelesaian detail bangunan hingga penyambungan jaringan utilitas.
Masukan tersebut, kata dia, telah disampaikan langsung kepada manajemen proyek agar segera ditindaklanjuti mengingat waktu menuju operasional tinggal beberapa hari.
"Memang pekerjaan yang tersisa sebagian besar pekerjaan sipil. Kita harapkan pelaksanaannya bisa lebih cepat lagi," katanya.
Saefuddin juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah memilih Samarinda sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kalimantan Timur.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut bergantung pada sinergi antara Kementerian PU, Kemensos, Pemerintah Kota Samarinda, dan seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat.
"Ayo kita dukung bersama. Sekolah terpadu ini untuk mencerdaskan anak-anak kita agar memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Pangudi Luhur Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Jaswadi, mengatakan pihaknya terus melakukan evaluasi harian demi memastikan operasional perdana berjalan sesuai jadwal.
"Kami ingin memastikan pelaksanaan MPLS tanggal 14 Juli bisa terlaksana. Karena itu kami mengevaluasi kesiapan sarana dan prasarana," katanya.
Sebanyak 270 siswa baru dari jenjang SD, SMP, dan SMA dijadwalkan mulai masuk pada hari pertama. Masing-masing jenjang terdiri atas tiga rombongan belajar dengan kapasitas 30 siswa per kelas.
Adapun siswa yang sebelumnya belajar di Sekolah Rakyat rintisan baru akan dipindahkan ke kompleks baru pada 30 Juli mendatang.
Meski optimistis, Jaswadi mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum selesai, terutama di area asrama dan ruang kelas.
Selain itu, Kemensos masih menunggu pengadaan perlengkapan penunjang kebutuhan harian siswa, seperti sabun mandi, handuk, rak sepatu, hingga peralatan kebersihan.
"Kami masih menunggu barang-barang tersebut karena saat MPLS nanti semuanya harus sudah tersedia," ujarnya.
Persiapan layanan konsumsi bagi siswa berasrama juga masih dimatangkan. Jika dapur utama belum siap beroperasi saat MPLS dimulai, Kemensos telah menyiapkan skema cadangan melalui kerja sama dengan penyedia katering.
"Sejauh ini saya masih optimistis. Namun, perkembangan akan kami pantau setiap hari," katanya.
Di sisi lain, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Mandiri Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Kalimantan Timur, Ryan Randu Perdana Lubis, memastikan fasilitas yang telah selesai dibangun lebih dari cukup untuk melayani kebutuhan siswa pada tahap awal operasional.
"Kondisi progres pembangunan saat ini sudah 84,313 persen. Untuk MPLS tanggal 14 Juli kami sudah menyiapkan tiga asrama, satu gedung sekolah, satu dapur, dan satu kantin," jelasnya.
Ia mengatakan kontrak pembangunan masih berlangsung hingga 9 Agustus 2026. Selama periode tersebut, pekerjaan akan difokuskan pada penyelesaian empat asrama tambahan, satu gedung sekolah, dua kantin, rumah ibadah, serta fasilitas penunjang lainnya.
Ryan mengakui cuaca dan ketersediaan tenaga kerja menjadi tantangan utama selama proses pembangunan.
Meski demikian, pihaknya telah menyiapkan skema pemisahan area konstruksi dan kawasan belajar agar aktivitas pendidikan tetap berlangsung aman ketika pembangunan tahap akhir masih berjalan.
"Kami sudah memagari dan memisahkan area belajar dengan area pekerjaan konstruksi sehingga tidak saling mengganggu," ujarnya.
Ia memastikan kebutuhan dasar seperti pasokan listrik dan air bersih juga telah siap digunakan berkat dukungan PLN dan PDAM.
"Alhamdulillah hari ini listrik dan air sudah siap digunakan," kata
Lokasi Sekolah Rakyat Samarinda yang dikelilingi oleh bukit-bukit menjadi perhatian tersendiri dalam merancang mitigasi banjir saat musim hujan.
Hal ini menjadi salah satu catatan dalam kunjungan Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang didampingi sejumlah OPD terkait serta Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Ketua TWAP Samarinda, Syaparuddin, dalam kesempatan itu bersyukur progres pengerjaan telah menyentuh angka 84 persen dan siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli mendatang.
Meski begitu, ia menyebut aspek lingkungan tak boleh luput dari perhatian, apalagi kondisi elevasi kawasan yang dikelilingi bukit membuat aliran air berpotensi mengarah ke titik tengah lokasi sekolah.
Kondisi ini, kata dia, perlu diantisipasi sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
"Harapan kita setelah bangunan ini difungsikan, ya tidak ada dampak lingkungan, terutama soal banjir misalnya," ujar Syaparuddin, Rabu (8/7/2026).
Dia bilang, berbagai catatan terkait hal ini sudah disampaikan pihak pemerintah kota kepada pihak terkait, dengan harapan agar bangunan sekolah dapat berfungsi optimal sesuai waktu yang telah ditentukan.
Syaparuddin turut menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sekolah Rakyat yang merupakan program dari Presiden Prabowo Subianto bersama Kementerian Sosial.
Ia menilai program ini sangat membantu masyarakat Samarinda, bahkan Kalimantan Timur secara umum, khususnya bagi keluarga kurang mampu yang ingin menyekolahkan anak-anaknya.
"Alhamdulillah, menurut laporan Dinas Sosial Kota Samarinda, sudah terpenuhi sejumlah 270 siswa, SD ada 90 siswa, yang SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa," ucapnya.
Dengan terpenuhinya kuota tersebut, Syaparuddin optimistis pada tahun ajaran 2026/2027 nanti, seluruh siswa yang telah terdata sudah bisa menjalani proses belajar di Sekolah Rakyat Samarinda.
"Sekali lagi terima kasih kepada pemerintah pusat, ini menjawab kebutuhan daerah untuk warga miskin," pungkasnya.
Baca juga: Tinjau Sekolah Rakyat Palaran Samarinda, Kemensos Kejar Target Operasional 270 Siswa
(TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis)