TRIBUNSTYLE.COM - Antrean Pertalite masih panjang di tengah penurunan harga sejumlah jenis BBM nonsubsidi, warga Boyolali ungkap caranya menghindari antrean mengular.
Harga sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite turun mulai 1 Juli 2026 lalu.
Hingga kini, Pertamina belum menyesuaikan harga lagi, baik itu kenaikan atau penurunan.
Penurunan harga BBM nonsubsidi yang disebutkan di atas bervariasi antara Rp1.000–Rp3.000-an.
Pertamax Turbo awalnya Rp20.750 per liter turun menjadi Rp19.300 per liter.
Dexlite dibanderol Rp19.700 per liter dari mulanya Rp23.000.
Pertamina Dex saat ini dijual Rp21.150 per liter, turun dari sebelumnya Rp24.800 per liter.
Sayangnya, harga Pertamax yang banyak digunakan pengendara roda dua belum mengalami penurunan.
Harga Pertamax masih berkisar di angka Rp16.250 per liter, harga ini adalah harga terbaru sejak kenaikan pada Juni lalu.
Sebelumnya, Pertamax dijual dengan harga Rp12.300 per liter.
Kondisi ini membuat para pengendara roda dua masih banyak yang memilih membeli Pertalite karena lebih terjangkau.
Imbasnya, antrean di jalur pengisian Pertalite masih mengular setiap harinya.
Dewi Syitoh (32), warga Karanggeneng, Boyolali mengeluhkan antrean panjang di jalur pengisian Pertalite yang kini ia temui setiap hari.
"Banyak terus antreannya, paling nggak tiap kali isi bensin nunggu 15 menitan. Itu minimal, pernah lho sampai 30 menit," ungkapnya kesal.
Karena kondisi itu, ia akhirnya mencari alternatif dengan mencari Pertamini atau usaha penjualan BBM yang biasanya dimiliki warga.
"Terpaksa cari Pertamini aja kalau lagi buru-buru, biasanya malah nggak antre sih."
Dewi juga enggan memilih BBM lain selain Pertalite karena harganya mahal.
"Nggak pakai Pertamax, mahal. Dari dulu pakai Pertalite," pungkasnya.
Antrean mengular di jalur Pertalite memang jadi pemandangan yang kini terlihat di berbagai lokasi SPBU, termasuk SPBU Klodran, Colomadu, Karanganyar.
Dari pantauan Tribun Style, pada Selasa (7/7/2026) pagi, kendaraan yang hendak mengisi Pertalite mengantre hingga ke luar area SPBU.
Sementara di jalur pengisian Pertamax, antrean terlihat sepi.
Berdasar pengamatan Tribun Style, hanya ada tiga motor yang mengisi di bagian Pertamax.
Tyan, petugas SPBU di jalur Pertalite terlihat sibuk melayani pembeli.
Ia hanya menjawab singkat-singkat ketika ditanyai beberapa pertanyaan oleh Tribun Style.
Menurut Tyan, kondisi antrean mengular di bagian Pertalite masih terjadi setiap harinya.
"Tiap hari kayak gini sih, Mbak," ucapnya sambil terus melayani konsumen.
Ia pun kebingungan saat ditanya di jam berapa antrean Pertalite biasanya sepi.
"Nggak ada sepinya, Mbak, ramai terus seperti ini. Sampai keluar sana (keluar area SPBU)."
Hanya saja menurut Tyan, kondisi di pagi sebelum jam berangkat kerja lebih ramai dibanding waktu lainnya.
"Pagi ramai, malam juga ramai. Tapi pagi jam segini paling ramai," tambahnya.
Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.150 per liter
Dexlite: Rp20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp15.250 per liter
Dexlite: Rp18.450 per liter
FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp15.500 per liter
Pertamax Turbo: Rp18.350 per liter
Dexlite: Rp18.700 per liter
Pertamina Dex: Rp20.100 per liter
DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Biosolar Nonsubsidi: Rp19.600 per liter
Pertamax: Rp16.250 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter
Dexlite: Rp19.700 per liter
Pertamina Dex: Rp21.150 per liter
Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp17.000 per liter
Pertamax Turbo: Rp20.150 per liter
Dexlite: Rp20.550 per liter
Pertamina Dex: Rp22.100 per liter
Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Maluku dan Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Pertamax Turbo: Rp19.750 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter
Pertamina Dex: Rp21.650 per liter
Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000 per liter
Biosolar: Rp6.800 per liter
Pertamax: Rp16.650 per liter
Dexlite: Rp20.150 per liter.
(Tribun Style)