Polemik Wasit Laga Prancis vs Maroko: Deschamps Tak Khawatir, Evra Singgung soal Messi
Tiara Shelavie July 09, 2026 06:30 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, mengakui tidak khawatir soal polemik penunjukkan wasit yang baru-baru ini terjadi.

Bahkan untuk perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Maroko pada Jumat (10/7) di Amerika Serikat, FIFA menunjuk lima wasit dari Argentina untuk mengawal pertandingan.

Kelima perangkat pertandingan tersebut adalah Facundo Tello, Juan Pablo Belatti, Gabriel Chade, Dario Herrera, dan Cristian Navarro.

Facundo Tello dipercaya bertugas sebagai wasit utama, didampingi Juan Pablo Belatti dan Gabriel Chade yang bertindak sebagai asisten wasit satu dan dua.

Sementara itu, Dario Herrera diplot sebagai ofisial keempat dan Cristian Navarro bertugas sebagai asisten wasit cadangan.

SELEBRASI LOKAL 2026 - Kumpulan bendera negara yang ikut Piala Dunia 2026 di Museum TitikNol Pasoepati, Jln. Kolonel Sugiyono 37, Nayu Timur, Nusukan, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juni 2026.
SELEBRASI LOKAL 2026 - Kumpulan bendera negara yang ikut Piala Dunia 2026 di Museum TitikNol Pasoepati, Jln. Kolonel Sugiyono 37, Nayu Timur, Nusukan, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juni 2026. (Tribunnews.com/TribunVideo/Akmal Khoirul Habib)

"Saya berharap wasit-wasit tersebut memiliki kualitas yang sama dengan Letexier dan asisten-asistennya," ucap Deschamps, dikutip dari laman RMC Sport.

Sebagai informasi, nama Francois Letexier sendiri saat ini sedang disorot.

Hal itu terjadi usai dirinya melayangkan sejumlah keputusan kontroversial dalam pertandingan yang mempertemukan Argentina vs Mesir. 

Masih membahas soal penunjukkan wasit Prancis vs Maroko, legenda Manchester United dan timnas Prancis, Patrice Evra juga tak luput dari reaksi.

"Para wasit ini akan memastikan Prancis kalah, atau mereka akan mencari alasan untuk memberikan kartu merah kepada beberapa pemain terbaik mereka sehingga, jika Prancis mencapai semi-final dan final, mereka akan berada dalam kerugian besar," ujar Evra, dikutip dari laman France24.

Secara lugas, pria yang juga memiliki garis keturunan Senegal ini menyebut, kemungkinan Argentina melawan Prancis di final. Dan dia berharap tidak menjadi masalah selama Lionel Messi tidak bermain.

"Selama para pria ini tidak terlibat dalam pertandingan mendatang, maksud saya Messi, kita aman," ujar Evra.

Baca juga: Setelah Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Ayah Neymar Minta Sang Putra Tak Pensiun

Pemilihan Wasit Banjir Kritik

Keputusan FIFA ini berbeda dari kebiasaan mereka yang menunjuk wasit dari negara yang netral dalam sebuah pertandingan.

Selain itu, satu tim wasit yang diturunkan dalam pertandingan juga berasal dari negara yang berbeda-beda.

Keputusan FIFA tersebut kemudian membuat media Perancis, RMC Sport melontarkan kritik dengan menyebut otoritas tertinggi sepak bola dunia tersebut tidak tahu malu.

Hal ini lantaran Argentina merupakan lawan Perancis di final Piala Dunia 2022 yang juga berpotensi akan kembali bersua di partai puncak edisi 2026.

Protes juga datang dari para pendukung Perancis, seperti dilansir dari Diario AS yang mengungkap bahwa pertandingan Perancis vs Maroko berpotensi menimbulkan bias.

Para pendukung berujar bahwa penunjukan wasit Argentina dalam pertandingan ini dimaksudkan untuk menyingkirkan Perancis lebih dini.

Namun, dugaan suporter Perancis ini sebenarnya cukup bias, mengingat pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 Argentina vs Mesir justru dipimpin wasit asal Perancis, Francois Letexier.

Kepemimpinan Letexier dalam pertandingan tersebut banyak mengundang perdebatan dan protes dari timnas Mesir karena adanya gol yang dianulir dan hadiah penalti yang tak diberikan.

Terlepas dari itu, laga Prancis vs Maroko dalam perebutan tiket lolos semifinal diprediksi akan berlangsung ketat nan panas.

Football Enthusiast Raka Kisdiyatma menilai materi pemain Prancis saat ini mengingatkannya pada generasi emas Brasil saat menjuarai Piala Dunia 2002.

"Lini serang Prancis saat ini sangat superior dan mengingatkan pada tim Brasil tahun 2002 yang memiliki pemain-pemain luar biasa seperti Ronaldinho, Ronaldo, Rivaldo, dan Kaka," ujar Raka dalam podcast Super Taktik Tribunnews di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Sementara itu, konten kreator @analiskampungsebelah, Hamid Anwar melihat keberhasilan Maroko bukanlah sebuah kejutan.

"Sekarang tim Afrika main bukan cuma pakai strength atau kekuatan, tetapi juga taktikal, contohnya Maroko," kata Hamid Anwar dalam podcast Super Taktik Tribunnews.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.