Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNCIREBON.COM, CIREBON- Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Cirebon masih menyisakan pekerjaan rumah.
Dari total 80 Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), sebanyak 35 sekolah belum berhasil memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Bahkan, ada satu sekolah yang baru terisi sekitar separuh dari daya tampung yang disediakan.
Sekolah tersebut adalah SMPN 3 Plered. Dari kuota sebanyak 287 siswa, hingga kini baru tercatat 151 pendaftar.
Baca juga: Warga Cirendang Kuningan Digegerkan Penemuan Jasad Pria di Sebuah Kebun
Artinya, masih ada lebih dari 130 bangku yang belum terisi.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon, H Ronianto, membenarkan masih banyak sekolah negeri yang kekurangan peserta didik pada pelaksanaan SPMB tahun ini.
"Iya, memang masih ada beberapa sekolah yang belum memenuhi kuota penerimaan SPMB. Karena itu kami melakukan program optimalisasi keterserapan daya tampung SPMB SMP Negeri Tahun 2026," ujar Ronianto saat diwawancarai, Rabu (8/7/2026).
Program optimalisasi tersebut akan berlangsung hingga 11 Juli 2026.
Melalui mekanisme itu, sekolah-sekolah yang masih kekurangan siswa dapat menerima calon peserta didik yang sebelumnya belum tertampung di sekolah lain.
"Harapannya sekolah-sekolah yang belum memenuhi kuota bisa segera terpenuhi," ucapnya.
Selain SMPN 3 Plered, Roni menyebut, SMPN 2 Babakan juga masih mengalami kekurangan siswa.
Sekolah tersebut masih membutuhkan sekitar 60 peserta didik untuk memenuhi daya tampungnya.
"Kalau SMPN 2 Babakan kekurangannya sekitar 60 siswa. Sisanya tidak terlalu banyak, paling satu dua atau di angka puluhan," jelas dia.
Menurut Roni, program optimalisasi diberlakukan khusus bagi 35 SMP Negeri yang belum memenuhi kuota.
Baca juga: 95 Hektare Sawah di Cirebon Mengering, Dinas PUTR Didesak Turun Tangan Benahi Saluran Irigasi
Langkah ini diharapkan mampu mengakomodasi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah negeri pada tahapan sebelumnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pemenuhan kuota sekolah negeri, tetapi juga memastikan seluruh lulusan sekolah dasar tetap melanjutkan pendidikan.
"Pada prinsipnya kami tidak mempermasalahkan anak tersebut sekolah di swasta atau negeri, yang penting sekolah," katanya.
Disdik Kabupaten Cirebon juga tengah melakukan pendataan terhadap anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan setelah lulus SD.
Pendataan itu dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui penyebab mereka tidak bersekolah sekaligus memberikan solusi yang sesuai.
"Kami juga tengah menyisir anak-anak yang tidak melanjutkan sekolah," ujarnya.
Bagi anak yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formal, Disdik telah menyiapkan alternatif melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Cirebon.
"Kalau anak tersebut tidak melanjutkan sekolah, kami sudah siapkan tempat seperti PKBM. Sekarang PKBM sudah tersebar di 40 kecamatan, masing-masing kecamatan ada sekitar dua PKBM," ucap Ronianto.