Guguran Lava Meluncur Belasan Kali dari Puncak Merapi Dini Hari Tadi
Hari Susmayanti July 09, 2026 09:01 AM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar belasan kali pada Kamis (9/7/2026) dini hari.

Dalam kurung waktu enam jam, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB, gunung yang berada di perbatasan Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten tersebut meluncurkan guguran lava sebanyak 14 kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1900 meter.

"Teramati 14 kali guguran lava ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1900 meter,"tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma esdm.go.id.

Dalam periode yang sama, tercatat belasan rentetan gempa di perut Gunung.

Rinciannya sebanyak 25 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-16 mm dan lama gempa 29.2-144.78 detik.

Lalu 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-41 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 13.69-52.16 detik.

Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 4 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 107.57 detik.

Secara visual, puncak gunung terlihat jelas.

Asap kawah nihil. Cuaca cerah, angin tenang ke arah barat.

Suhu udara sekitar 13.4-18.5°C dan kelembaban 54-70.9 persen. Tekanan udara 875.5-919.8 mmHg.

Baca juga: Siswa Luangkan Waktu Liburan Demi Kunjungan Presiden ke Candi Prambanan

Rekomendasi

Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level III atau siaga.

BPPTKG merekomendasikan sejumlah hal bagi masyarakat untuk meminimalisir potensi bahaya.

Di antaranya :

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

2. Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. 

3. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

4. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

5. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.

6. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

7. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.

8. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.