Tribunlampung.co.id, Banyuasin - Ipan Nurzaman (26), warga Bandung yang diduga diterkam buaya saat hendak memperbaiki perahu jukung di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, ternyata tengah mempersiapkan momen bahagia dalam hidupnya.
Baca juga: Rumah Dibakar Menantu, Uang Rp30 Juta Milik Kakek di Sumsel Ikut Musnah
Korban diketahui telah bertunangan dan berencana menikah dengan calon istrinya dalam waktu dekat, sebelum peristiwa nahas yang membuatnya hilang terjadi.
Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, menyebut Ipan baru beberapa bulan menetap di wilayah tersebut setelah meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan. Selama berada di desa itu, korban memilih membantu keluarga angkatnya dengan bekerja sebagai aktivitas sehari-hari.
"Dia katanya sudah tunangan dan sedang bersiap menikah. Rencananya sekitar tiga bulan lagi akan menikah dengan calon istrinya yang juga berasal dari Bandung," ujar Muhammad Ali, Rabu (8/7/2026).
Menurut Muhammad Ali, kabar hilangnya Ipan membuat keluarga korban datang langsung ke Banyuasin untuk mengikuti proses pencarian. Ayah dan adik ipar korban disebut turut bergabung bersama warga serta tim gabungan yang berupaya menemukan keberadaan Ipan.
"Bapaknya bersama adik iparnya, total tiga orang keluarga sudah datang. Mereka juga ikut melakukan pencarian dan berencana membawa korban pulang ke Bandung apabila sudah ditemukan," katanya.
Upaya pencarian terhadap Ipan masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat setempat. Petugas melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, termasuk mencari kemungkinan keberadaan korban di area perairan tempat peristiwa itu berlangsung.
Muhammad Ali mengatakan pencarian akan kembali dilanjutkan meski hingga saat ini korban belum ditemukan. Selain upaya di lapangan, warga juga melakukan ikhtiar lain dengan harapan Ipan segera ditemukan.
"Kami akan kembali melanjutkan pencarian. Semalam sudah dilakukan penyisiran, tetapi belum membuahkan hasil," pungkasnya.
Ipan Nurzaman diduga diterkam buaya muara saat hendak memperbaiki perahu jukung di Dermaga Ujang, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 01.53 WIB.
Peristiwa tersebut bahkan terekam kamera CCTV milik warga yang terpasang di sekitar dermaga.
Kepala Desa Teluk Betung, Muhammad Ali, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban merupakan warga Kampung Cilaten RT 002 RW 010, Bandung, yang saat itu sedang memperbaiki perahu bersama tiga rekan kerjanya.
"Sekitar pukul 01.53 WIB korban ikut memperbaiki perahu di Dermaga Ujang. Saat itu korban turun ke air, sedangkan tiga rekannya sudah lebih dulu berada di dalam sungai," ujarnya.
Berdasarkan rekaman CCTV berdurasi sekitar 1 menit 53 detik, terlihat korban datang menghampiri rekan-rekannya yang sedang berada di dalam sungai untuk memperbaiki perahu jukung.
Sesaat kemudian, korban melompat dari dermaga ke dalam air. Kepala korban sempat terlihat muncul ke permukaan, namun beberapa detik kemudian korban tiba-tiba menghilang diduga ditarik seekor buaya muara.
Rekan-rekan korban yang berada di dalam air sempat kebingungan dan langsung berusaha mencari korban.
Namun hingga beberapa saat kemudian korban tidak juga ditemukan.
Rekaman CCTV juga memperlihatkan, sesaat sebelum korban melompat ke sungai, diduga seekor buaya sempat mendekati salah seorang rekan korban yang berada di dalam air.
Beruntung rekan korban bergerak mendekati perahu sehingga luput dari serangan.
Diduga, buaya tersebut kemudian berbalik mendekati korban yang baru saja melompat ke sungai hingga akhirnya menyeret korban ke dalam air.
"Saat itu air sedang pasang. Kejadian korban ditarik buaya terekam CCTV yang dipasang warga di dekat dermaga," kata Muhammad Ali.
Setelah menerima laporan dari rekan-rekan korban, Pemerintah Desa Teluk Betung langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulau Rimau, BPBD Banyuasin, dan Ditpolairud Polda Sumatera Selatan untuk melakukan pencarian.
"Hingga saat ini korban belum ditemukan. Pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat," ujarnya.
Direktur Polairud Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Heru Agung Nugroho, mengatakan pihaknya telah menurunkan personel untuk melakukan pencarian terhadap korban.
"Tim melakukan koordinasi dengan aparat desa, para saksi, serta masyarakat setempat untuk melaksanakan pencarian di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban hilang," katanya.
Ia menjelaskan, sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat, personel Kapal Polisi V-1038 Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut diduga merupakan musibah akibat serangan satwa liar di habitat alaminya. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut," ujarnya.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang berkaitan dengan aktivitas korban, termasuk perahu jukung yang sedang diperbaiki, sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Heru menambahkan, seluruh personel di lapangan telah diinstruksikan untuk mengoptimalkan upaya pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas serta terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat.
Sumber: TribunSumsel.com