Disnakertrans Sulteng Siapkan Rekrutmen Berbasis AI, Prioritaskan Putra Daerah Isi Lowongan Kerja
Fadhila Amalia July 09, 2026 09:07 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah berencana menerapkan sistem rekrutmen tenaga kerja berbasis kecerdasan buatan Artificial Intelligence/AI guna memprioritaskan putra daerah mengisi lowongan kerja di berbagai perusahaan beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.

Kepala Disnakertrans Sulteng, Muh Syahrul Syam mengatakan, konsep tersebut tengah disiapkan melalui kerja sama dengan seorang pengembang aplikasi asal Kabupaten Morowali dinilai memiliki kemampuan tinggi di bidang AI.

Menurutnya, aplikasi tersebut akan menjadi solusi untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan perusahaan secara otomatis melalui sistem pencocokan data (matching).

Baca juga: Rumah Sakit di Sulteng Bersiap Hadapi Transformasi Sistem Pembiayaan I-DRG

"Yang kami perjuangkan adalah bagaimana putra daerah mendapat karpet merah untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di Sulawesi Tengah," katanya saat ditemui di ruangkerjanya Jl R.A Kartini. Kota Palu, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, sistem akan bekerja menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai basis data utama.

Selanjutnya, aplikasi akan membaca latar belakang pendidikan, kompetensi, hingga minat pencari kerja, kemudian mencocokkannya dengan posisi yang sedang dibuka perusahaan.

Jika data dinilai sesuai, sistem akan langsung memberikan rekomendasi kepada perusahaan tanpa proses seleksi manual yang panjang.

"Begitu data cocok, langsung matching. Selanjutnya pelamar akan mendapatkan panggilan wawancara secara otomatis melalui WhatsApp," ujarnya.

Penggunaan WhatsApp dipilih karena dinilai lebih efektif dibandingkan email yang selama ini sering menjadi kendala dalam proses rekrutmen.

Menurutnya, banyak pencari kerja terlambat mengetahui panggilan karena jarang membuka surat elektronik sehingga kesempatan bekerja akhirnya terlewat.

Dalam penerapannya nanti, sistem juga akan mengutamakan pencari kerja berdasarkan wilayah. 

Prioritas pertama diberikan kepada warga di kabupaten tempat perusahaan beroperasi.

Apabila kebutuhan tenaga kerja belum terpenuhi, pencarian akan diperluas ke kabupaten lain, kemudian ke tingkat provinsi, hingga akhirnya membuka kesempatan bagi pelamar dari luar daerah.

"Jadi mekanismenya dimulai dari kabupaten tempat perusahaan berada, kemudian kabupaten lain, tingkat provinsi, dan terakhir baru nasional," jelasnya.

Baca juga: BPKAD Palu Janji Bakal Tagih Pelunasan Pajak Terutang 2025, Utamanya PBB

Ia menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah daerah agar masyarakat lokal memperoleh kesempatan lebih besar bekerja di perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di Sulawesi Tengah.

Meski demikian, sistem tetap membuka peluang bagi pelamar dari luar daerah apabila kebutuhan tenaga kerja belum dapat dipenuhi oleh putra daerah yang memiliki kompetensi sesuai.

Disnakertrans Sulteng berharap pemanfaatan teknologi AI tersebut dapat membuat proses rekrutmen menjadi lebih cepat, transparan, tepat sasaran, sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal di Sulawesi Tengah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.