TRIBUNPALU.COM - Rumah sakit daerah di Provinsi Sulawesi Tengah kini tengah bersiap menghadapi transformasi besar dalam sistem pembayaran pelayanan kesehatan, dari skema Indonesia Case Base Groups (INA-CBG) beralih ke Indonesian Diagnosis Related Groups (I-DRG).
Kesiapan tersebut dimatangkan melalui Workshop dan Pelatihan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dibuka oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulteng, Novalina Wiswadewa, di Gedung Pogombo, Kota Palu, Selasa (7/7/2026).
Saat membacakan sambutan Gubernur Sulteng Anwar Hafid, Novalina menegaskan bahwa perubahan skema pembiayaan ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, transformasi menuju sistem I-DRG menuntut manajemen rumah sakit untuk bergerak lebih profesional, terutama dalam tata kelola klinis, administrasi keuangan, hingga percepatan digitalisasi rekam medis.
"Rumah sakit dituntut semakin profesional dalam tata kelola klinis, pengelolaan keuangan, digitalisasi rekam medis, penguatan coding diagnosis, peningkatan mutu pelayanan, serta penguatan keselamatan pasien," ujar Sekprov Novalina membacakan sambutan Gubernur.
Selain peningkatan pelayanan, rumah sakit umum daerah yang telah menerapkan pola BLUD juga didorong untuk mampu mandiri secara fiskal guna membantu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca juga: BPKAD Palu Janji Bakal Tagih Pelunasan Pajak Terutang 2025, Utamanya PBB
Baca juga: Pansus DPRD Palu Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Soroti Utang Pajak Rp143 M
Untuk mencapai target tersebut, Pemprov Sulteng menilai penyesuaian regulasi saja tidak cukup, melainkan harus dibarengi dengan peningkatan kapasitas SDM dan penguatan sistem koding diagnosis medis.
"Pada akhirnya keberhasilan transformasi kesehatan tidak hanya diukur dari perubahan sistem, tetapi dari meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diterimanya," ujarnya.
Novalina mengajak para direktur dan pengelola rumah sakit untuk menjadikan workshop tersebut sebagai momentum memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Sekprov optimis seluruh rumah sakit di Sulteng mampu menghadapi era baru transformasi kesehatan nasional yang selaras dengan BERANI Sehat.
"Jadikan momentum ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.
Adapun kegiatan pelatihan yang diinisiasi oleh Biro Administrasi Perekonomian ini berlangsung selama tiga hari hingga Kamis (9/7/2026), dengan menghadirkan sejumlah pakar dan narasumber kompeten dari tingkat nasional.
Materi yang dibahas meliputi isu strategis BLUD dan solusi pengelolaannya oleh Raden Wisnu Saputro dari Kementerian Dalam Negeri.
Pemahaman transformasi INA-CBG dan I-DRG serta penyelesaian claim pending oleh Kayun Kasmidi dari Kompartemen JKN Persi Pusat.
Teknik koding diagnosis dan prosedur INA-CBG & I-DRG oleh auditor koding Teguh Redy Sanjaya, hingga penguatan peran verifikator internal Rumah Sakit dalam pencegahan kecurangan (fraud), analisis data klaim, dan praktik simulasi kasus.(*)
https://www.whatsapp.com/channel/0029VaGJUF060eBeALCKKw2b