Pemadaman Listrik di Kaltim sudah Berdampak pada Mati Air, Sampai Kapan Jadwal Mati Lampu? Kata PLN
Amalia Husnul A July 09, 2026 09:08 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Warga Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) merasakan pemadaman listrik atau mati lampu bergilir sejak sekitar pertengahan Juni 2026 lalu.

Setiap hari, sejumlah wilayah di Kaltim bergantian mengalami pemadaman listrik atau mati lampu. 

Durasi pemadaman listrik atau mati lampu jika berdasarkan jadwal yang dirilis PLN berlangsung sekitar kurang lebih 3 jam.

Imbas pemadaman listrik sudah berdampak mati air, lantas sampai kapan listrik mati akan berlangsung di Kaltim?

Baca juga: Mati Air PDAM Balikpapan Hari Ini 7 Juli 2026 Imbas Pemadaman Listrik, Ini Daerah Terdampak

Di Balikpapan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) atau PDAM Balikpapan mengumumkan jadwal mati air akibat pemadaman listrik PLN pada tanggal 2 Juli dan 7 Juli lalu.

Permintaan Maaf PDAM Balikpapan

Pemadaman listrik berdampak langsung pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Sari serta sejumlah pompa distribusi di wilayah pelayanan.

"Kami informasikan bahwa saat ini terjadi gangguan produksi dan distribusi air akibat pemadaman aliran listrik PLN," demikian info yang dirilis PTMB di saluran WhatsApp resminya, Selasa (7/7/2026) pukul 14.34 WITA.

Akibat kondisi tersebut, sebagian pelanggan di wilayah terdampak berpotensi mengalami gangguan hingga penghentian sementara aliran air bersih.

PTMB terus melakukan pemantauan dan akan segera menormalkan proses produksi serta distribusi air setelah pasokan listrik dari PLN kembali normal.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Terima kasih atas pengertian dan kerja sama seluruh pelanggan,"  tulis PTMB dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, PDAM Balikpapan mengumumkan bahwa distribusi air bersih di sejumlah wilayah Balikpapan Tengah masih dalam tahap pemulihan.

Hal ini diinformasikan melalui saluran WhatsApp resmi PTMB, Rabu (1/7/2026) pukul 22.54 WITA.

PDAM Balikpapan mengungkapkan gangguan ini terjadi karena suplai air dari IPA KM 8 masih dalam tahap normalisasi setelah sempat dua kali berhenti berproduksi akibat padam listrik PLN. 

Saat ini, pompa Booster (alat bantu untuk meningkatkan tekanan air) di Gunung Rambutan, Bonto Bolaeng, dan Sungai Ampal belum dapat dioperasikan karena menunggu normalisasi aliran.

PTMB menyatakan terus melakukan percepatan agar distribusi air kembali normal.

“Mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan terima kasih atas kesabaran serta pengertiannya,” tulis PTMB dalam keterangan resmi.

Pasokan Air di Samarinda Terganggu

Pemadaman listrik yang terjadi di Kaltim, berdampak pada pelayanan publik di Samarinda, ibukota Provinsi Kaltim.

Salah satu yang terganggu ialah penyaluran air bersih dari Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana atau PDAM Kota Samarinda.

Persoalan ini mencuat dalam hearing Komisi II DPRD Kota Samarinda bersama pihak Perumdam belum lama ini.

Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu salah satu persoalan yang muncul ialah keluhan warga soal terganggunya pasokan air.

"Salah satu permasalahan yang ada di PDAM yang dikeluhkan oleh warga ini menyangkut masalah kaitan dengan air PDAM di masyarakat ada yang tersendak. Salah satunya penyebabnya adalah PLN yang mati," ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Joha menjelaskan, karena semua alat yang dipakai menyala menggunakan listrik PLN, posisi Perumdam Tirta Kencana menjadi serba salah. 

Mereka mau tidak mau harus menyalakan genset sebagai cadangan agar air bisa tetap mengalir.

Masalahnya, kata dia, kapasitas genset tidak mampu menanggung semua beban mesin yang dibutuhkan untuk memastikan distribusi air ke masyarakat tetap berjalan normal. 

Joha mengakui kondisi mati lampu ini sangat menyulitkan, karena dampaknya langsung mengganggu urusan dan kebutuhan sehari-hari di dalam rumah tangga warga.

"Harapan kami, ya kalau bisa, agar secepatnya permasalahan PLN ini diselesaikan," kata Joha.

Hal senada disampaikan oleh Direktur Teknik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Kencana Kota Samarinda, Kaharuddin

Ia membenarkan dalam beberapa hari terakhir pihaknya terpaksa mengandalkan genset setiap kali listrik PLN padam.

"Hari-hari terakhir ini mungkin merasakan listrik padam, itu kita menggunakan dexlite. Ketika padam listriknya, mau tidak mau kita pakai genset," ujar Kaharuddin.

Meski demikian, di tengah meningkatnya biaya operasional akibat penggunaan genset dan dexlite, Kaharuddin memastikan tidak ada rencana penyesuaian tarif air kepada pelanggan.

"Tidak ada," katanya.

Penjelasan PLN Terbaru

Sampai kapan mati lampu di Kaltim?

PT PLN (Persero) bersama seluruh pihak terkait terus mengoptimalkan percepatan pemulihan sistem kelistrikan di Kalimantan menyusul gangguan pada salah satu unit pembangkit listrik.

Seluruh sumber daya, personel, dan dukungan teknis dikerahkan untuk mempercepat proses penormalan sistem dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, keandalan, serta kualitas pelaksanaan perbaikan.

Saat ini, proses perbaikan difokuskan pada komponen yang mengalami gangguan di unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) swasta berskala besar.

PLH Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, Annisa Nabiha, mengatakan berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan, proses perbaikan, pengujian, hingga penormalan sistem ditargetkan selesai pada 12 Juli 2026.

Dengan selesainya proses tersebut, sistem kelistrikan Kalimantan diharapkan dapat kembali beroperasi secara normal.

Target Dievaluasi dengan Kondisi Teknis

"Namun target tersebut akan terus dievaluasi sesuai perkembangan kondisi teknis di lapangan," ujarnya, Selasa (8/7/2026) di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Selama masa pemulihan, PLN juga terus mengoptimalkan pasokan listrik dari pembangkit yang masih beroperasi serta melakukan pengaturan sistem secara terbatas dan terukur.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan di berbagai wilayah Kalimantan.

PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan tersebut.

Perusahaan memastikan akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan proses pemulihan melalui kanal komunikasi resmi PLN hingga sistem kelistrikan kembali normal sepenuhnya.

Baca juga: Pemadaman Listrik Ganggu Suplai Air Warga Samarinda, Perumdam Tirta Kencana Terpaksa Andalkan Genset

(TribunKaltim.co/Rita Noorshobah/Raynaldi Paskalis/Siti Zubaidah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.