Ruben Amorim secara terbuka mengakui bahwa ia telah melakukan sejumlah kesalahan selama masa jabatannya yang penuh tantangan selama 14 bulan sebagai manajer Manchester United. Berbicara dalam konferensi pers pertamanya sebagai pelatih kepala baru AC Milan, Amorim meninjau kembali pengalamannya di Liga Premier dan mengakui bahwa masa sulitnya di Old Trafford menjadi pelajaran berharga untuk karier kepelatihannya di masa depan.
Mengenang masa sulit di Old Trafford
Amorim berbicara secara jujur tentang masa singkatnya bersama Manchester United, yang berakhir ketika klub tersebut memecatnya pada Januari 2026. Ia mengambil alih posisi pada November 2024, namun mengalami kesulitan dalam menerapkan visinya selama periode yang berat tersebut. Dalam konferensi pers perkenalannya bersama AC Milan, Amorim mendapat pertanyaan mengenai perannya sebelumnya di Inggris.
“Sulit untuk menjelaskan kesalahan-kesalahan itu karena untuk melakukannya saya harus menjelaskan seluruh konteks dari petualangan terakhir itu,” ujar Amorim. “Sulit untuk menjelaskan setiap kesalahan. Satu hal yang bisa saya katakan adalah saya banyak belajar dan memang melakukan beberapa kesalahan.”
Permintaan maaf kepada penggemar Manchester United
Pada hari Rabu, Amorim juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan kepada para pendukung yang ditinggalkannya di Inggris. Ia diberhentikan ketika Manchester United berada di posisi keenam klasemen Liga Premier, setelah mendapat banyak kritik atas pendekatan taktisnya dan kegagalannya dalam memberikan kesempatan kepada pemain-pemain akademi.
Namun, Amorim menyatakan penyesalan mendalam atas cara kepergiannya yang tiba-tiba. “Saya tidak memiliki kesempatan, dan saya menyesal karenanya, untuk mengatakan sesuatu kepada para penggemar Manchester United. Saya sangat bangga pernah menjadi pelatih mereka selama satu tahun pada masa itu,” kata Amorim kepada media.
Catatan buruk di Liga Premier
Amorim meninggalkan catatan statistik yang buruk selama memimpin Manchester United. Dalam total 63 pertandingan di semua kompetisi, Amorim mencatat 25 kemenangan, 15 hasil imbang, dan 23 kekalahan. Secara khusus di Liga Premier, ia hanya meraih 15 kemenangan dari 47 laga, dengan rata-rata 1,23 poin per pertandingan — angka terendah di antara semua manajer Manchester United sepanjang era Liga Premier.
Meski demikian, Amorim tetap optimistis. “Setiap orang belajar dari pengalamannya,” tegas Amorim. “Saya banyak belajar. Saya membuat beberapa kesalahan. Ada hal-hal yang akan saya ubah dan ada hal-hal yang tidak akan berubah. Tapi saya pikir saya akan menjadi pelatih yang lebih baik.”
Menatap babak baru
Kini Amorim akan memusatkan perhatiannya sepenuhnya ke Italia, setelah menandatangani kontrak selama tiga tahun untuk menggantikan Massimiliano Allegri di AC Milan. Klub Italia tersebut menugaskannya untuk mengembalikan kejayaan di kompetisi domestik maupun Eropa di Stadion San Siro. Amorim segera akan mulai menyiapkan skuad barunya, berharap dapat menerapkan pelajaran pahit yang diperolehnya di Inggris untuk meraih hasil positif di Serie A.