Renungan Hari Ini Kamis 9 Juli 2026, Diutus: Menerima dan Melaksanakan Otoritas Ilahi Yesus 
Gordy Donovan July 09, 2026 09:40 AM

Oleh: Pastor Frans Banusu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari ini Kamis 9 Juli 2026.

Tema renungan hari ini "Diutus: Menerima dan Melaksanakan Otoritas Ilahi Yesus".

Renungan hari ini disiapkan untuk hari biasa pekan XIV Tahun A.

Bacaan hari Kamis: Hos 11:1b.3-4.8c-9; Mzm 80:2ac.3b.15-16; Mat 10:7-15 dan BcO Ams 10:6-32.

Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Kamis 9 Juli 2026, Belaskasih Allah Mengubah Hati yang Mau Bertobat


Bacaan Pertama: Hos 11:1b.3-4.8c-9

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.

Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.

Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.

Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.

Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.

Mazmur Tanggapan: Mzm 80:2ac.3b.15-16

Di depan Efraim dan Benyamin dan Manasye! Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah untuk menyelamatkan kami.

Ya Allah, pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.

Batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu!

Mereka telah membakarnya dengan api dan menebangnya; biarlah mereka hilang lenyap oleh hardik wajah-Mu!

Bacaan Injil Katolik: Mat 10:7-15

P: Inilah Injil Yesus Kristus karangan Matius
U: Dimuliakanlah Tuhan

Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.

Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.

Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.

Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.

Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.

Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

DIUTUS: MENERIMA DAN MELAKSANAKAN OTORITAS ILAHI YESUS 

(Hos. 11:1.3-4.8c-9; Nzm. 80:2ac-3b.15-16; Mat. 10:7-15).

"Kalian telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berilah dengan cuma-cuma." (Mat. 10:8b).

Sebagai utusan, untuk menjalankan misi keselamatan, Tuhan memberi otoritas Ilahi-Nya secara gratis. Kejujuran menjadi faktor utama untuk membagi rahmat, berkat dan kasih Tuhan secara cuma-cuma tanpa konsensus kententuan atau beban apa pun secara pribadi. Kasih Tuhan diberi gratis dan merata di semua tempat kepada setiap orang yang siap menerimanya. Membagi kuasa Ilahi Tuhan secara gratis berarti tanpa paksaan. Seorang murid Tuhan tidak diperkenankan merasa betah di satu tempat tertentu dan enggan untuk beralih ke tempat perutusan yang baru. Semua tempat adalah konteks misi dan setiap individu adalah subyek misi yang berhak mendapat otoritas Yesus untuk keselamatannya secara utuh. 

Tanpa ikatan apa pun, para murid Yesus utus untuk mewartakan Injil Kabar Sukacita bagi manusia. Kecenderungan yang mengikat seperti penghormatan berlebihan atas diri sendiri, mencari muka untuk status quo, saling menjatuhkan di antara sesama utusan, lengket pada materi, manusia dan tempat, dll. Semua kecenderungan itu harus dilepaskan jika mendambakan diri sebagai utusan sejati Tuhan. Mempertahankan iman pada janji Tuhan sendiri bahwa seorang pekerja patut mendapat upahya. Mempertahankan iman sama dengan mempertaruhkan nyawa demi mendapatkan Tuhan dalam hidup. Menaruh seluruh harapan pada Dia berarti melepas segala kelekatan duniawi untuk memperoleh segalanya dari Dia, Sang empunya segala sesuatu. Bekerja untuk Tuhan dengan penuh kelutusan dan bukan untuk mendapat iming-iming pribadi. Pewartaan Kerajaan Allah sudah pasti mendapat jaminan gratis dari Tuhan  baik kuasa-Nya maupun kebutuhan hidup harian kita. 

Para murid bekerja keras menembus aral rintangan apa pun demi membagi kasih Tuhan kepada sesama. Penolakkan pasti ada karena trik iblis demi hukuman abadi. Sebab itu Yesus ingatkan bahwa penolakkan itu sangat negarif disamakan dengan debu yang harus dikebas, dibersihkan dari diri, agar tidak terjebak debu balas dendam yang memperpanjang kejahatan dalam hidup. Ganjaran menolak utusan, Yesus sampaikan demikian, "Sungguh, pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu." (Mat. 10:15).

Allah menyayangi manusia maka Ia mengutus Yesus Putra-Nya. Yesus menyambung estafet perutusan itu kepada murid-murid-Nya. Menolak para utusan Tuhan tanpa alasan mendasar, menolak untuk selamat.

Bangsa Israel ketika mendengar warta tobat para nabi, Allah membatalkan hukuman-Nya, karena kasih-Nya yang tak terbatas atas manusia. "Hati-Ku berbalik dari murka. Belas kasih-Ku bangkit serentak." (Hos. 11:8c). Allah memperlakukan manusia dengan kasih mesrah yaitu kasih sayang. Kasih sayang Allah kepada kita, seperti kasih seorang bapak kepada anaknya. 
 
Pemazmur menanggapi dalam madahnya, "Bangkitkanlah keperkasaan-Mu dan datanglah menyelamatkan kami." Mzm. 80:3b)
 
Bagi orang beriman Tuhan itu segalanya. Para utusan bekerja untuk Tuhan supaya manusia selamat. Pengertian dan kearifan penting bagi manusia. Pengertian dari Tuhan diterima ketika ia berdoa. Kearifan datang ketika ia bermohon. Kelimpahan kasih dan kesetiaan Tuhan atas diri kita berbarengan dengan perhatian, belas rasa yang tulus bagi sesama yang ditemui. 

Kuasa seorang utusan datang dari otoritas Ilahi Yesus. Supaya manusia beriman sejahtera lahir-batin, Yesus mengutus para murid untuk membagi kuasa-Nya yang menyelamatkan secara cuma-cuma. 

Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Kamis/Pekan Biasa XIV/A/II, 090726).(Sumber www.renunganpkarmcse.com/iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.