Jembatan Gantung Lowolaka Mulai Dibangun, Pelajar Fataatu Timur, Ende Tak Lagi Menyeberangi Sungai
Gordy Donovan July 09, 2026 09:40 AM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Penantian panjang masyarakat Desa Fataatu Timur, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, untuk memiliki jembatan penghubung di Kali Lowolaka akhirnya terwujud.

Melalui Program Jembatan Perintis Garuda, pembangunan jembatan gantung resmi dimulai dengan peletakan batu pertama pada Rabu (8/7/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Komandan Kodim (Dandim) 1602/Ende, Letkol Inf. Nugroho Susanto, S.I.P., serta dihadiri jajaran Kodim 1602/Ende, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.

Kepala Desa Fataatu Timur, Isak Abel Do, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI Angkatan Darat yang telah merespons aspirasi masyarakat terkait kebutuhan pembangunan jembatan di Kali Lowolaka.

"Atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Fataatu Timur, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI, khususnya Mabes TNI AD, yang telah merespons keluhan dan permintaan kami terkait pembangunan jembatan yang selama ini sangat kami butuhkan," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

Baca juga: TMMD di Pelosok Ende NTT Berakhir, Masyarakat Fataatu Timur: Terima Kasih TN

Dikerja Secara Gotong-royong

Isak mengatakan pekerjaan pondasi Jembatan Perintis Garuda telah dimulai dan dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat setempat.

Menurut dia, jembatan tersebut tidak hanya akan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Fataatu Timur, tetapi juga warga Desa Aendoko, Desa Aelipo, dan sejumlah desa lainnya di wilayah Kecamatan Wewaria.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

"Kalau pembangunannya cepat selesai, masyarakat bisa segera menggunakannya. Saat musim hujan tiba, anak-anak sekolah dan warga tidak perlu lagi menyeberangi sungai. Meskipun banjir, kami sudah bisa melintas melalui Jembatan Perintis Garuda ini," katanya.

Isak juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda, serta berbagai media cetak, media daring, dan media elektronik yang telah mengangkat kondisi masyarakat Desa Fataatu Timur.

Jembatan Perintis Garuda di Kali Lowolaka akan memiliki lebar 1,20 meter dan panjang sekitar 90 meter.

Bertahun-tahun Berjuang Menyeberangi Sungai

Sebelum pembangunan jembatan dimulai, para pelajar di Desa Fataatu Timur harus menghadapi risiko besar setiap hari untuk dapat bersekolah.

Saat debit air Kali Lowolaka meningkat, puluhan pelajar dari SMPN Detunggali, SDI Niosanggo, dan PAUD Detunggali Aji terpaksa menunggu air surut di bantaran sungai karena tidak tersedia jembatan maupun jalur alternatif.

Dalam kondisi normal, warga memanfaatkan traktor sebagai sarana penyeberangan ketika air sungai mulai naik. Namun, saat arus sungai terlalu deras, traktor pun tidak dapat melintas dengan aman.

Baca juga: Progres Pembangunan MCK Program TMMD di Desa Fataatu Timur Ende Capai Tahap Akhir

Akibatnya, banyak pelajar terpaksa menunda keberangkatan ke sekolah selama beberapa hari karena kondisi sungai membahayakan keselamatan.

Ketika traktor masih dapat digunakan, para siswi duduk di bagian dalam kendaraan, sedangkan sebagian siswa terpaksa bergelantungan di bagian luar saat menyeberangi sungai.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi gambaran nyata keterbatasan infrastruktur yang menghambat akses pendidikan masyarakat di wilayah pedesaan.

Dengan dimulainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda, masyarakat berharap perjuangan para pelajar untuk mengakses pendidikan dengan mempertaruhkan keselamatan segera berakhir. Kehadiran jembatan itu diharapkan memberikan akses yang lebih aman, nyaman, dan lancar, terutama saat musim hujan. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.