Aceh Pacu Destinasi Wisata Muslim, Hadirkan Pusat Pemberdayaan Industri Halal
mufti July 09, 2026 10:03 AM

“Aceh selain dikenal akan keindahan alamnya juga terkenal cita rasa kulinernya yang membuat orang nagih dan balik lagi.” ISMAIL, Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) terus berupaya menghadirkan pusat pemberdayaan industri halal, sebagai bagian dari mewujudkan Aceh sebagai destinasi wisata muslim unggulan.

“Kami belum mengusulkan adanya satu lokasi kuliner khusus, namun saat ini ada satu Kantin Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) yang sudah ditetapkan sebagai zona kuliner, halal, aman dan sehat (KHAS),” kata Kabid Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Aceh, Ismail, Rabu (8/7/2026).

Ia menjelaskan, penetapan KHAS tersebut menjadi bagian terpenting dalam memberikan kenyamanan kepada setiap wisatawan yang menikmati kuliner yang telah mendapat sertifikasi halal dan juga sehat.

“Kami pernah ada diskusi dengan LPPOM MPU untuk menetapkan kawasan kuliner di salah satu destinasi wisata di Aceh Besar sebagai zona KHAS, namun belum terlaksana karena ada beberapa kendala,” katanya.

Pihaknya terus berupaya menghadirkan sebuah lokasi pemberdayaan industri yang di dalamnya banyak pelaku usaha yang menjual berbagai makanan kuliner baik khas Aceh dan beragam menu nusantara lainnya.

“Zona KHAS ini tentu akan menjadi salah satu penarik pelancong untuk berkunjung. Aceh selain dikenal akan keindahan alamnya juga terkenal cita rasa kulinernya yang membuat orang nagih dan balik lagi,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu cara mewujudkan Zona Khas tersebut, pihaknya juga terus meningkatkan sosialisasi tentang pentingnya sertifikasi Halal sebagai implementasi dari Qanun/peraturan daerah Aceh nomor 8 tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH).(antaranews.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.