TRIBUNMANADO.CO.ID - Persoalan HIV/AIDS tidak hanya soal terjangkitnya virus mematikan bagi yang terinfeksi, tetapi juga menimbulkan stigma negatif dan diskriminasi bagi penderita.
Oleh karena itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Dinkes Boltara) meminta masyarakat untuk merubah paradigma negatif tentang HIV/AIDS dari penyakit yang menakutkan.
"Karena yang perlu dijauhi adalah virusnya, bukan orangnya," kata Kepala Dinkes Boltara Sofian Mokoginta, Kamis (09/07/2026) melalui Telepon.
Baca juga: Dinkes Boltara Sulut Catat 36 Kasus HIV/AIDS dalam 5 Tahun Terakhir, Bolangitang Timur Tertinggi
"Karena membangun pendekatan terhadap penderita HIV sangat sulit," ujar Sofian.
Ia menjelaskan, orang dengan HIV (ODHIV) adalah kelompok yang tepat untuk memberikan informasi detail yang dibutuhkan dalam proses penaganan penyakit ini.
"Karena penaganan kasus ini sedikit rumit. Pada awalnya mereka enggan berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan. Mereka baru berobat ke fasilitas kesehatan setelah kondisi tubuh mereka menurun," jelasnya.
Dikatakanya, ODHIV enggan berobat ke fasilitas kesehatan karena takut kondisi mereka, takut statusnya diketahui oleh masyarakat, dan mereka juga takut kehilangan pekerjaan.
"Masalah yang dihadapi ODHIV tidak hanya masalah kondisi fisik yang semakin menurun, tetapi juga masalah sosial seperti diskriminasi," ujarnya.
HIV/AIDS dianggap penyimpangan seperti pekerja seks, gay, pelanggar seks bebas, dan pengguna narkoba suntik.
Stigma tersebut menyebabkan ODHIV enggan mencari layanan kesehatan dan dukungan sosial yang semestinya bisa mereka terima.
"Sehingga banyak ODHIV yang kehilangan pekerjaan dan layanan publik,"terangnya.
Karena menurutnya, ODHIV berhak mendapatkan dukungan, pengobatan yang layak, dan hidup tanpa diskriminasi.
Ia menegaskan HIV/AIDS hanya menular melalui cairan tubuh tertentu seperti darah, air mani, cairan vagina, ASI, hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, berbagi jarum suntik yang tidak steril.
"HIV tidak nenular melalui bersalaman atau berpelukan," jelasnya.
Selain itu, Sofian juga mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah nyata pencegahan seperti absen seks bagi yang belum menikah, setia pada satu pasangan yang sah serta menggunakan kondom pada saat hubungan seksual berisiko.
"Jangan takut, lakukan tes HIV sedini mungkin secara sukarela dan rahasia di fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.
Untuk diketahui data kasus HIV/AIDS di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara saat ini sebagai berikut:
- Kecamatan Pinogaluman 4 orang
- Kecamatan Kaidipang 3 orang
- Kecamatan Bolangitang Barat 5 orang
- Kecamatan Bolangitang Timur 13 orang
- Kecamatan Bintauna 7 orang
- Kecamatan Sangkub 1 orang
Total Kasus: 33 orang