Mengapa Rumah di Sentul Digeledah? Ini Kaitannya dengan Kasus Korupsi PLN Batu Bara hingga Asabri
Wawan Akuba July 09, 2026 11:03 AM

TRIBUNGORONTALO.COM -- Penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam perkara PLN batu bara, PT Asabri, hingga Krakatau Steel terus berkembang.

Salah satu perkembangan terbaru adalah penggeledahan sebuah rumah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang berujung pada penyitaan aset dengan nilai fantastis.

Dalam penggeledahan yang berlangsung Rabu (8/7/2026) itu, tim gabungan Kortas Tipidkor Polri menemukan sebuah brankas berisi emas batangan, uang tunai dalam berbagai mata uang, hingga sejumlah barang bukti lain.

Baca juga: Update Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 9 Juli 2026: Pertamax Turbo, Pertadex dan Dexlite Turun

Total nilai aset yang diamankan diperkirakan mencapai Rp 476 miliar.

Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengatakan rumah yang digeledah berada di kawasan Parahyangan Golf 2 Nomor 2, Kabupaten Bogor.

Menurut Totok, penyidik menemukan sebuah brankas dalam kondisi terkunci. Setelah berhasil dibuka, di dalamnya terdapat tujuh koper yang berisi emas batangan dan uang tunai.

"Di dalam brankas ditemukan tujuh koper. Isinya 74 kilogram emas batangan, kemudian 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta. Jika dikonversi ke rupiah, totalnya diperkirakan mencapai Rp476 miliar," ujar Totok.

Selain aset bernilai ratusan miliar rupiah, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon seluler, serta beberapa foto keluarga yang diduga berkaitan dengan penghuni rumah maupun pemilik barang yang tersimpan di dalam brankas.

"Kami juga menemukan beberapa foto keluarga yang diduga merupakan pemilik rumah maupun pemilik barang di dalam brankas. Seluruh barang bukti tersebut selanjutnya akan dilakukan penyitaan," katanya.

Meski telah mengamankan berbagai barang bukti, Polri belum mengungkap identitas pemilik rumah tersebut.

Penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan keterkaitan lokasi itu dengan perkara yang sedang diusut.

"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," ujar Totok.

Rumah Sentul Jadi Satu dari 12 Titik Penggeledahan

Penggeledahan rumah di Sentul bukan merupakan operasi yang berdiri sendiri.

Lokasi tersebut menjadi salah satu dari 12 titik yang digeledah tim gabungan Kortas Tipidkor Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dalam rangka penyidikan dugaan korupsi dan TPPU.

Penyidikan tersebut berkaitan dengan sejumlah perkara, mulai dari dugaan korupsi pengadaan batu bara di PLN, perkara PT Asabri, hingga Krakatau Steel.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor D. Mackbon, menjelaskan penyidikan dilakukan berdasarkan dua laporan polisi.

Laporan pertama menyangkut dugaan korupsi dan TPPU yang diduga melibatkan oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam proses penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya sepanjang 2020 hingga 2025.

Sementara laporan kedua berkaitan dengan dugaan korupsi dan TPPU dalam penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI yang diduga juga melibatkan pegawai negeri atau penyelenggara negara pada periode yang sama.

Selain rumah di Sentul, penggeledahan dilakukan di kantor PT CBS di Cengkareng Timur, kantor pusat PT CBS di Penjaringan, PT KNI di Petojo Selatan, rumah MN di Serpong Utara, rumah TK di Mega Kuningan, kantor Grup DMG/CP di Kuningan, PT PML di Karet Kuningan, rumah DR di Gandaria Selatan, apartemen MILDK di Pacific Place, Kafe de'Clan Signature, serta Koin Money Changer di Jakarta Selatan.

Sebelumnya, penyidik juga menyita uang senilai sekitar Rp67,2 miliar saat menggeledah Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan.

Uang tersebut ditemukan di dalam sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari pajangan.

Selain uang tunai dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen serta membawa tiga orang pegawai untuk kepentingan penyidikan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.