Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alisan Lasande
TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kelompok tani di wilayah operasional perusahaan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pertanian Terpadu Berbasis Inovasi dan Peningkatan Produktivitas yang dilaksanakan di fasilitas Pusat Belajar Masyarakat DSLNG, Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu (1/7/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang lebih inovatif, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta yang berasal dari empat kelompok tani dampingan DSLNG, yakni Kelompok Tani Batukimae Uso dari Desa Uso, Kelompok Tani Malaulu Star dari Desa Honbola, Kelompok Kolektif Tolitan dari Desa Babang Buyangge, dan Kelompok Kumela dari Desa Samadoya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang dipadukan dengan praktik lapangan agar dapat langsung diterapkan dalam kegiatan budidaya pertanian sehari-hari.
Baca juga: Wamen ATR/BPN Sebut Kepala Daerah Punya Peran Kuat Atasi Sengketa Tanah
Materi yang diberikan meliputi optimalisasi lahan melalui penerapan sistem irigasi tetes, teknik pemindahan tanaman ke media tanam yang lebih produktif, serta pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos dan pupuk organik cair (POC).
Untuk memastikan materi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, DSLNG menghadirkan narasumber yang merupakan praktisi dan penyuluh pertanian berpengalaman.
Materi sistem irigasi tetes disampaikan oleh Suriani Nansiang dan Reni Arianti Niling yang juga merupakan bagian dari Kelompok Wanita Tani (KWT) Batukimae Uso yang telah menerapkan metode tersebut dalam budidaya hortikultura.
Sementara itu, teknik pemindahan tanaman ke media tanam produktif disampaikan oleh Rastiman dari PT Indocater, yang memiliki pengalaman dalam pendampingan budidaya tanaman.
Baca juga: Penerbangan Internasional Perdana di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Dijadwalkan Mulai 10 Juli
Adapun materi pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair disampaikan oleh Muhammad Yasin, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Batui, serta Zulkarnain K. Asil, PPL BPP Kecamatan Kintom, yang aktif mendampingi kelompok tani dalam penerapan teknologi pertanian ramah lingkungan.
Selain memperoleh materi teori, peserta juga mengikuti praktik pembuatan pupuk kompos dan pupuk organik cair menggunakan bahan-bahan organik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.
Melalui pendekatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia sekaligus memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna bagi kegiatan pertanian.
Program ini merupakan bagian dari upaya DSLNG dalam memperkuat kapasitas petani agar mampu mengembangkan sektor pertanian yang lebih produktif, sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah sekitar operasi perusahaan.
Melalui peningkatan kompetensi kelompok tani, diharapkan praktik pertanian yang diterapkan semakin efisien, produktif, dan berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*)