Generasi muda saat ini disinyalir mengalami proses penuaan fisik yang lebih cepat dibandingkan generasi pendahulu mereka. Fenomena ini diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama di balik melonjaknya kasus kanker onset dini (kanker yang terdeteksi pada usia di bawah 50 tahun) secara global.
Beberapa tahun terakhir, dunia medis mencatat peningkatan tajam kasus kanker pada orang dewasa di bawah usia 50 tahun, termasuk kanker payudara, kolorektal (usus besar), ginjal, dan rahim. Sebuah makalah ilmiah tahun 2023 bahkan menunjukkan bahwa diagnosis kanker onset dini ini melonjak hingga 25 persen di seluruh dunia antara tahun 1990 dan 2019.
"Tren peningkatan kanker pada usia yang lebih muda ini sangat nyata, dan ini bukan sekadar karena diagnosis yang lebih efisien atau deteksi yang lebih awal," ujar Dr Jyoti Nangalia, seorang ahli hematologi dan peneliti kanker di Wellcome Sanger Institute, Inggris kepada Live Science dikutip Rabu (8/7/2026).
Menurut Dr Nangalia, ada kemungkinan bahwa generasi saat ini terpapar oleh risiko baru yang memicu kanker, atau sistem pertahanan alami tubuh manusia entah bagaimana telah berubah.
Kesenjangan Jauh Antara Usia Kronologis dan Usia Biologis
Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature Medicine memberikan petunjuk baru. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa generasi yang lebih muda memiliki "kesenjangan" atau jarak yang lebih lebar antara usia kronologis (usia berdasarkan tanggal lahir) dan usia biologis mereka (ukuran seberapa cepat jaringan dan sistem tubuh menua).
Semakin besar kesenjangan tersebut, semakin tinggi pula risiko seseorang untuk terkena kanker di usia muda.
Untuk membuktikannya, studi ini menganalisis data kesehatan dari lebih dari 150.000 orang dewasa di UK Biobank, Inggris. Para peneliti memasukkan sampel darah peserta ke dalam statistik model bernama PhenoAge untuk menghitung kesenjangan usia biologis mereka. Hasilnya mengejutkan:
Generasi Lahir 1965-1974: Memiliki tingkat penuaan sistemik tubuh yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang lahir pada tahun 1950-1954 ketika diukur pada usia kronologis yang sama.
Generasi Lahir 1990-1999: Ketika diuji menggunakan data dari All of Us Research Program di Amerika Serikat, polanya jauh lebih mencolok. Mereka yang lahir di tahun 90-an menunjukkan lonjakan penuaan biologi yang jauh lebih masif dibanding generasi yang lahir pada 1965-1969.
Organ Tubuh Menua Lebih Cepat
Analisis rekam medis menunjukkan bahwa peserta dengan kesenjangan usia biologis yang tinggi lebih rentan terkena kanker tumor padat (seperti kanker jaringan), terutama kanker paru-paru, saluran pencernaan, dan rahim. Mereka yang berada di kelompok penuaan biologis tertinggi memiliki risiko 15 persen lebih besar terkena kanker jenis ini.
Lebih detail lagi, ketika para ilmuwan melihat penuaan pada tingkat organ spesifik menggunakan pola protein darah, ditemukan fakta bahwa indikator sistem imun yang menua lebih cepat dari seharusnya berkaitan erat dengan tingginya risiko kanker paru-paru onset dini.
"Pendekatan tradisional biasanya hanya fokus pada faktor risiko individu (seperti obesitas atau konsumsi makanan ultraproses). Kami menguji apakah kami bisa memanfaatkan bank data besar ini untuk menemukan cetakan biologis sebagai cerminan dari banyak paparan yang dapat dikaitkan dengan risiko kanker," kata Yin Cao, profesor epidemiologi molekuler dan klinis di Washington University School of Medicine.
Meski begitu, para pakar memberikan catatan bahwa tes penuaan biologis ini masih relatif baru dan interpretasinya pada tingkat individu bisa bervariasi. Studi ini memerlukan konfirmasi dan validasi lebih lanjut pada populasi dunia yang lebih beragam sebelum kesimpulan akhir diambil.





