TRIBUNPALU.COM - Bupati Poso, Verna GM Inkiriwang membuka Workshop Pembelajaran Mendalam untuk Mendukung Wajib Belajar 13 Tahun dan Penguatan Peran Bunda PAUD dalam Pencegahan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang berlangsung di Gedung Torulemba, Rumah Jabatan Bupati Poso, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan yang menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini tersebut dihadiri Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Poso Nurjana Soeharto Kandar, Ketua IGTKI-PGRI Kabupaten Poso Nonce Yusnita T. Widyaprada BBMP Dasman Lamasiara, unsur Forkopimda Kabupaten Poso, para kepala perangkat daerah, pimpinan Penerbit Erlangga, para narasumber, camat, lurah, kepala desa, Bunda PAUD tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, pengawas sekolah, kepala satuan PAUD, guru PAUD, HIMPAUDI, IGTKI-PGRI, serta peserta workshop.
Dalam sambutannya, Bupati Poso menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalah memastikan setiap anak memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas sejak usia dini.
Baca juga: Wabup Morowali Utara Dorong Penguatan Kemitraan Petani dan Industri Sawit
Bupati menjelaskan, kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang diawali dengan satu tahun pendidikan prasekolah menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini kini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan nasional.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Poso berkomitmen mendukung implementasi kebijakan tersebut melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa tema workshop mengenai Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sangat relevan dengan arah kebijakan pendidikan nasional.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta pembentukan karakter peserta didik.
Khusus pada jenjang PAUD, pembelajaran mendalam diwujudkan melalui pengalaman belajar yang menyenangkan, bermakna, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak, sehingga mampu mendorong anak untuk aktif bereksplorasi, bertanya, mencoba, dan menemukan pengetahuan secara mandiri.
Selain peningkatan mutu pembelajaran, Bupati juga menyoroti masih adanya anak yang belum mengakses pendidikan.
Baca juga: Untad dan ITB Gandeng Pemkot Palu Kembangkan Pasar Tenun Khas Sulteng
Menurutnya, persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, terutama Bunda PAUD sebagai penggerak, motivator, advokat, sekaligus mitra pemerintah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sejak usia dini.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Poso akan terus memperkuat layanan PAUD melalui peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, penguatan kelembagaan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta pengembangan layanan PAUD Holistik Integratif yang mencakup aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak.
Bupati berharap workshop ini mampu meningkatkan kapasitas para pendidik PAUD dalam menghadirkan proses pembelajaran yang lebih berkualitas, sehingga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan generasi Kabupaten Poso yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)