SURYA.CO.ID, SURABAYA - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, resmi melakukan rotasi terhadap 32 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Kamis (9/7/2026).
Dalam mutasi tersebut, empat lurah perempuan dialihtugaskan, karena tidak mendapatkan izin suami untuk terus menjalankan tugas sebagai pimpinan wilayah.
Eri Cahyadi atau Cak Eri, menekankan bahwa kebijakan ini diambil untuk memprioritaskan keharmonisan keluarga para Aparatur Sipil Negara (ASN).
Menurutnya, posisi lurah menuntut dedikasi waktu dan tenaga yang besar, baik siang maupun malam
Dalam sambutannya Cak, Eri menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian para lurah tersebut.
Ia menegaskan bahwa rida suami merupakan hal utama bagi seorang pejabat perempuan dalam menjalankan tugas negara.
"Yang pertama saya matur nuwun kepada teman-teman lurah perempuan maupun pejabat perempuan yang hari ini harus berpindah tempat karena tidak mendapatkan izin suaminya. Tapi yakinlah Panjenengan sudah memberikan yang terbaik bagi warga Kota Surabaya," ujar Cak Eri.
Cak Eri menambahkan bahwa meskipun mereka tidak lagi menjadi lurah atau 'garda terdepan' di wilayah, mereka tetap menduduki jabatan struktural lainnya. Hal ini dilakukan agar para pejabat tetap bisa berkontribusi bagi Pemkot Surabaya, tanpa mengorbankan keutuhan rumah tangga.
Selain faktor keluarga, rotasi ini juga merupakan bagian dari strategi penyegaran organisasi.
Cak Eri menjelaskan bahwa beberapa lurah telah menjabat selama lima hingga enam tahun, melebihi batas durasi ideal yaitu tiga tahun.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Surabaya, Ira Tursilowati, menegaskan bahwa proses mutasi dilakukan sesuai mekanisme kepegawaian yang berlaku. Langkah ini bertujuan untuk:
Cak Eri berharap, dengan adanya rotasi ini, para pejabat tetap memiliki komitmen dan konsistensi tinggi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Surabaya.
Meskipun berpindah tempat tugas, kontribusi mereka tetap diharapkan mampu memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah secara keseluruhan.