Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan – Tim SAR melakukan pencarian terhadap seorang penumpang perempuan KMP Batumandi yang diduga jatuh ke laut di perairan Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (9/7/2026) dini hari.
Baca juga: Fakta di Balik Video Viral Koperasi Merah Putih di Tanggamus, Bukan di Lokasi Terpencil
Operasi pencarian dilakukan setelah adanya laporan dugaan penumpang hilang saat kapal hendak bersandar di Pelabuhan Bakauheni.
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya dari Supervisor Lapangan ASDP, Susyanto, pada Kamis pukul 06.15 WIB.
Setelah menerima informasi tersebut, tim Pos SAR Bakauheni langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
"Setelah menerima laporan, pada pukul 06.30 WIB tim Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan," kata Rezie dalam laporan operasi SAR, Kamis (9/7/2026).
Berdasarkan informasi awal yang diterima, kejadian bermula sekitar pukul 01.42 WIB ketika KMP Batumandi bersiap melakukan proses sandar di Pelabuhan Bakauheni.
Saat itu, pramugari kapal mengimbau seluruh penumpang agar kembali ke kendaraan masing-masing.
Tidak lama kemudian, seorang ibu melaporkan kepada petugas bahwa anaknya belum kembali ke kendaraan. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan pemanggilan melalui pengeras suara, namun penumpang tersebut tidak ditemukan.
Pencarian di dalam kapal selanjutnya dilakukan. Dalam pemeriksaan tersebut, ditemukan sepasang sepatu dan jaket di tangga sebelah kanan menuju dek kendaraan satu. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada perwira jaga sebagai dugaan adanya penumpang yang terjatuh ke laut.
Korban diketahui bernama Zora Panasea Martauli Ompusunggu (19), warga Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Hingga kini, korban masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
"Lokasi pencarian berada di perairan Pulau Panjurit, Kabupaten Lampung Selatan, sekitar 3 mil laut ke arah timur dari Pos SAR Bakauheni," ujar Rezie.
Dalam operasi tersebut, Pos SAR Bakauheni mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), kendaraan personel, kendaraan rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, alat pelindung diri, serta perlengkapan pendukung lainnya.
(Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus)