Trump Tinggalkan Air Force One Baru, Akui Jadi Target Utama Ancaman Iran
SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah menggunakan pesawat Air Force One lama saat melakukan perjalanan dari Turki menuju Inggris.
Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, menyusul ancaman pembunuhan terhadap Trump yang disebut berasal dari Teheran.
Dilansir Serambinews.com dari GB News, Rabu (9/7/2026), Trump tidak secara tegas menyatakan bahwa pergantian pesawat dilakukan karena alasan keamanan.
Namun, ia mengakui bahwa dirinya menjadi target utama dalam daftar ancaman pembunuhan Iran.
Perjalanan itu berlangsung setelah Trump menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki.
Padahal, sebelumnya ia telah memperkenalkan Air Force One baru yang merupakan pesawat Boeing VC-25B senilai sekitar 400 juta dolar AS, hadiah dari Pemerintah Qatar untuk menggantikan Boeing VC-25A yang telah digunakan sejak era Presiden George HW Bush.
Baca juga: Trump Nyatakan Gencatan Senjata Iran Berakhir, AS Hantam 80 Target Militer, IRGC Disebut Sampah
Air Force One baru sebenarnya telah menjalani perjalanan internasional pertamanya menuju Ankara.
Namun, saat meninggalkan Turki menuju Inggris, Trump justru memilih menggunakan Air Force One lama.
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menjelaskan bahwa ia kembali menaiki pesawat lama "untuk mengenang masa lalu".
Sementara itu, pesawat Air Force One baru diterbangkan secara terpisah menuju Pangkalan RAF Mildenhall di Suffolk, Inggris.
Setibanya di Inggris, Trump mengatakan pesawat baru tersebut sengaja dikirim lebih dahulu agar dapat diperlihatkan kepada personel militer Amerika Serikat yang bertugas di RAF Mildenhall.
"Kami baru saja mendarat dan bertemu dengan Air Force One baru kami yang sudah lebih dulu dikirim ke RAF Mildenhall agar anggota militer kami bisa melihatnya," ujar Trump.
Ia menyebut para prajurit di pangkalan tersebut sangat antusias melihat pesawat kepresidenan terbaru Amerika Serikat.
Menurut Trump, penghormatan itu memang layak diberikan kepada anggota militer karena mereka menjadi pihak pertama yang dapat menyaksikan langsung pesawat tersebut.
Baca juga: Parah! FIFA Tangguhkan Sanksi Kartu Merah Pemain AS Usai Trump Telepon Infantino
Keputusan Trump menggunakan pesawat lama memunculkan pertanyaan dari para wartawan mengenai kemungkinan adanya alasan keamanan.
Mereka menyinggung meningkatnya ancaman dari Iran setelah hubungan kedua negara kembali memburuk.
Trump tidak menjawab secara langsung apakah pergantian pesawat berkaitan dengan ancaman tersebut.
Namun, ia mengakui bahwa menjadi Presiden Amerika Serikat merupakan pekerjaan yang penuh risiko.
"Saya sering membicarakannya karena kehidupan seorang presiden memang sangat berbahaya," kata Trump.
Ia kemudian menyebut dirinya berada di posisi teratas dalam daftar target pembunuhan Iran.
"Saya nomor satu dalam daftar target pembunuhan Iran. Sejujurnya saya lebih suka menjadi nomor satu di TikTok," ujarnya sambil berkelakar.
Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir.
Ia juga memerintahkan serangan militer baru terhadap sejumlah target di Iran.
Sebelumnya, Trump pernah mengatakan bahwa pemerintah Iran ingin menyingkirkan dirinya.
"Nama saya ada di setiap daftar mereka. Sejauh ini saya cukup beruntung, tetapi mungkin keberuntungan itu tidak akan bertahan selamanya," kata Trump.
Baca juga: Hubungan AS-Israel Memanas, Benarkah Trump Mulai Tinggalkan Netanyahu?
Pesawat Air Force One baru merupakan Boeing VC-25B yang diterima Amerika Serikat dari Pemerintah Qatar.
Pesawat tersebut dipersiapkan sebagai pengganti Boeing VC-25A yang telah digunakan sejak tahun 1990.
Meski demikian, keberadaan pesawat baru ini menuai kritik dari Partai Demokrat.
Mereka mempertanyakan aspek keamanan serta potensi konflik kepentingan karena pesawat tersebut merupakan hadiah dari pemerintah asing.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa pesawat lama tetap memiliki nilai sejarah yang tinggi.
Baca juga: Trump Bikin Geger, Sebut Satu Tembakan Bisa Lenyapkan Semua Pemimpin Iran di Pemakaman Khamenei
Ia bahkan berencana menjadikan Boeing VC-25A sebagai pesawat museum setelah resmi dipensiunkan.
Sebelumnya, Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung menyebut Air Force One lama sebagai "pelayan setia" yang telah mengangkut sejumlah presiden Amerika Serikat selama puluhan tahun.
Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino juga mengaku memiliki banyak kenangan bersama pesawat tersebut.
Menurutnya, selama lebih dari lima tahun ia berkesempatan mengelilingi dunia menggunakan Air Force One yang menjadi salah satu simbol kepresidenan Amerika Serikat.
Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, penggunaan kembali Air Force One lama menjadi perhatian publik.
Meski Trump tidak secara eksplisit mengaitkannya dengan ancaman keamanan, pengakuannya sebagai target utama Iran semakin memunculkan spekulasi bahwa faktor keselamatan menjadi salah satu pertimbangan dalam perjalanan tersebut.
Baca juga: Trump Klaim Bertemu Iran di Qatar, Teheran Bantah Ada Negosiasi Langsung
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)