TRIBUNNEWS.COM – Influencer sekaligus YouTuber ternama, IShowSpeed, kembali menjadi sorotan selama gelaran Piala Dunia 2026. Kali ini, bukan karena aksinya di pinggir lapangan, melainkan munculnya anggapan bahwa setiap tim yang ia dukung justru berakhir tersingkir dari turnamen.
YouTuber bernama asli Darren Watkins Junior itu telah melakukan siaran langsung dari berbagai pertandingan Piala Dunia 2026 dan hadir langsung di sejumlah stadion di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Dalam siaran langsungnya, IShowSpeed mengenakan jersey untuk tim yang didukungnya seperti jersey Amerika Serikat, Austria, Brasil, Pantai Gading, Tanjung Verde, Senegal, Portugal dan yang terbaru Mesir.
Ironinya, seluruh tim tersebut kini telah tersingkir dari Piala Dunia 2026.
Fenomena tersebut memunculkan candaan di media sosial bahwa Speed membawa "kutukan" bagi tim yang ia dukung.
Salah satu kreator konten sepak bola, Ben Black, bahkan membuat video kompilasi yang memperlihatkan Speed mengenakan berbagai jersey tim nasional sebelum masing-masing negara tersebut tersingkir.
Dalam video yang diunggah ke TikTok, Ben Black kemudian menyampaikan pesan bercanda kepada para pendukung Inggris menjelang laga perempat final melawan Norwegia pada Minggu (12/7/2026) pukul 04.00 WIB.
"Kalau ada siapa pun yang melihat orang ini mengenakan jersey Inggris, ambil jersey itu darinya," ujar Ben Black.
"Jangan biarkan dia memakai jersey Inggris. Kami ingin membawa pulang trofi Piala Dunia, jangan sampai dirusak oleh orang ini," lanjutnya sambil berseloroh.
Dalam keterangan videonya, ia juga menulis, "Tolong, @IShowSpeed jangan pakai jersey timnas Inggris," disertai emoji tangan berdoa.
Terlepas dari status unggulan, performa Inggris di Piala Dunia 2026 sejauh ini belum terlalu meyakinkan.
Pada fase gugur, The Three Lions harus bekerja keras untuk menyingkirkan Republik Demokratik Kongo dan Meksiko, dua tim yang secara peringkat FIFA berada di bawah mereka.
Kondisi tersebut membuat tidak sedikit pihak meragukan peluang Inggris melangkah jauh di Piala Dunia 2026, terlebih komposisi skuad mereka dinilai belum tampil sesuai ekspektasi.
"Inggris di bawah asuhan Thomas Tuchel memang masih belum tampil meyakinkan. Mereka bahkan sempat kesulitan saat menghadapi Kongo di babak 32 besar," ujar Raka Kisdiyatma, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
Baca juga: Dominasi Eropa Kembali Terjadi di Piala Dunia 2026, Argentina & Maroko Siap Menantang
Dengan performa yang belum sepenuhnya meyakinkan dan kini harus menghadapi Norwegia yang baru saja menyingkirkan Brasil, wajar jika para pendukung Inggris mulai dihantui rasa waswas.
Kekhawatiran itu bahkan semakin besar dengan munculnya anggapan mengenai "kutukan" IShowSpeed yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.
Laga terakhir yang disaksikan IShowSpeed secara langsung adalah duel babak 16 besar antara Argentina melawan Mesir di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta.
Pada pertandingan tersebut, Speed mengenakan jersey Mesir dan memberikan dukungan penuh kepada tim berjuluk The Pharaohs.
Namun harapannya pupus setelah Argentina melakukan comeback dramatis dari ketertinggalan dua gol untuk menang 3-2 lewat gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez.
Speed bahkan sempat menjadi perhatian karena mencoba mengganggu konsentrasi Messi saat kapten Argentina itu hendak mengeksekusi penalti.
Berdiri tepat di belakang gawang, ia berteriak dan melambaikan tangan. Usahanya tersebut membuat Messi gagal mencetak gol dari titik putih sebelum akhirnya Argentina tetap memastikan kemenangan.
Kekalahan Mesir membuat daftar tim yang didukung Speed dan gagal melaju di Piala Dunia 2026 semakin panjang.
Di sisi lain, Speed juga menjadi perhatian FIFA setelah mengalami dugaan tindakan rasisme saat menghadiri pertandingan Argentina melawan Tanjung Verde di babak 32 besar.
Dalam salah satu momen siaran langsungnya, seorang pendukung Argentina diduga melontarkan kalimat bernada rasis dalam bahasa Spanyol kepada Speed.
FIFA pun langsung mengeluarkan pernyataan resmi dan menegaskan bahwa pihaknya telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.
"FIFA mengutuk keras rasisme, kebencian, dan diskriminasi dalam segala bentuk. Tindakan seperti ini tidak memiliki tempat di sepak bola, Piala Dunia FIFA, maupun di masyarakat," bunyi pernyataan FIFA.
Badan sepak bola dunia itu juga menegaskan bahwa Piala Dunia merupakan ajang yang menjunjung tinggi persatuan, keberagaman, dan rasa saling menghormati sehingga setiap tindakan yang bertentangan dengan nilai tersebut akan ditindaklanjuti.
Selama Piala Dunia 2026, Speed diketahui menjalin kerja sama dengan FIFA dan Fox Sports yang memberinya akses untuk melakukan siaran langsung dari dalam stadion sepanjang berlangsungnya turnamen.
(Tribunnews.com/Ali)