TRIBUNSUMSEL.COM -- Gebrakan besar langsung ditunjukkan oleh Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri di bawah komando pimpinan barunya, Irjen Pol Totok Suharyanto.
Memimpin langsung penggeledahan di 12 lokasi strategis pada Rabu (8/7/2026) malam, jenderal bintang dua ini sukses mengamankan aset fantastis senilai ratusan miliar rupiah terkait kasus mega korupsi batu bara PLN, Asabri, hingga Krakatau Steel.
Aktivitas taktis di lapangan ini pun seketika membuat publik penasaran dengan rekam jejak sang jenderal.
Lantas, seperti apakah sosok Irjen Pol Totok Suharyanto? Berikut informasi selengkapnya yang dihimpun dari Tribunnews.com
Baca juga: Sosok Roy, Ahli Kunci Kaget Diminta Bantu Bongkar Brankas Berisi 74 Kg Emas di Rumah Mewah Sentul
Irjen Pol Totok Suharyanto adalah seorang perwira tinggi (Pati) Polri.
Pangkat yang disandang Totok di kepolisian yakni Inspektur Jenderal atau jenderal bintang dua.
Posisi Irjen di Polri setara dengan Mayor Jenderal di militer.
Polisi berpangkat Irjen berada di atas Brigadir Jenderal (Jenderal Bintang 1) dan di bawah Komisaris Jenderal (Jenderal Bintang 3).
Irjen umumnya mengisi posisi sebagai Kapolda tipe A atau pemimpin divisi di Mabes Polri.
Totok sudah menjabat sebagai Kakortas Tipidkor Polri sejak 27 Februari 2026.
Ia menggantikan posisi Irjen Pol Cahyono Wibowo.
Kakortastipidkor adalah korps struktur baru di tubuh kepolisian Indonesia yang dipimpin oleh perwira tinggi jenderal bintang 2.
Kortastipidkor ini dibentuk mengacu pada Perpres Nomor 122 Tahun 2024 yang berfungsi untuk memperkuat pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Totok Suharyanto lahir di Sleman, D.I. Yogyakarta, pada 29 Oktober 1972.
Totok merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.
Karier Totok sudah malang melintang di kepolisian tanah air.
Berbagai jabatan strategis di Korps Bhayangkara juga sudah pernah diembannya.
Ia tercatat pernah menjabat Kanit Jatanras Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat (1994), Danton Tar Akpol (1998), Dankie Tar Akpol (2000), dan Kasat Reskrim Polres Malang Kota (2003).
Selain itu, Totok juga sempat menjabat Kasat Reskrim Polwil Malang (2005), Wakapolres Malang Kota (2007), Pamen Bareskrim Polri (2008), dan Kasat Idik II Ditresnarkoba Polda Jatim (2010).
Tak hanya itu, jenderal asal Sleman ini juga pernah menduduki jabatan Kapolres Trenggalek (2011), Kapolres Malang Kota (2013), Wadirreskrimsus Polda DIY (2015), dan Dirreskrimsus Polda Gorontalo (2016).
Tidak berhenti di situ, Totok juga sempat mengisi kursi jabatan Kasubdit IV Ditipidkor Bareskrim Polri (2017) dan Analis Kebijakan Madya Bidang Pidkor Bareskrim Polri (2018).
Kariernya makin cemerlang setelah ia menjabat sebagai Kasubdit II Ditipidkor Bareskrim polri pada 2019.
Pada 2020, ia diangkat sebagai Dirreskrimum Polda Jawa Timur.
Setelah itu, dia dimutasi menjadi Waketbidkermadianmas STIK Lemdiklat Polri pada 2024.
Satu tahun kemudian, Totok Suharyanto dipercaya untuk menjabat sebagai Dirtindak Kortastipikor Polri.
Tak berselang lama, ia langsung diamanahkan untuk mengisi kursi jabatan posisi sebagai Kakortas Tipidkor Polri pada 2026.
Totok tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp2,4 miliar.
Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Ia terakhir kali melaporkan hartanya di LHKPN KPK pada 3 Desember 2025.
Berikut rincian lengkap harta kekayaan Kakortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto.
Baca juga: Detik-detik Ahli Kunci Bongkar Brankas Harta Karun Rp476 M dan 74kg Emas di Rumah Mewah Sentul
I. DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 1.900.000.000
1. Tanah dan Bangunan Seluas 372 m2/250 m2 di KAB / KOTA MALANG, HASIL SENDIRI Rp. 1.900.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 465.000.000
1. MOTOR, HONDA VARIO Tahun 2016, HASIL SENDIRI Rp. 10.000.000
2. LAINNYA, SEPEDA BALAP POLICE SEPEDA BALAP POLICE Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 5.000.000
3. LAINNYA, CANONDALE SEPEDA Tahun 2019, HASIL SENDIRI Rp. 25.000.000
4. MOBIL, TOYOTA KIJANG INNOVA 2.4 V A/T / MINIBUS Tahun 2021, HASIL SENDIRI Rp. 400.000.000
5. MOTOR, YAMAHA RX KING 135 / SEPEDA MOTOR Tahun 1996, HASIL SENDIRI Rp. 25.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 56.000.000
D. SURAT BERHARGA Rp. ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 10.000.000
F. HARTA LAINNYA Rp. ----
Sub Total Rp. 2.431.000.000
II. HUTANG Rp. ----
III. TOTAL HARTA KEKAYAAN (I-III) Rp. 2.431.000.000
Sebagai pimpinan baru di Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Irjen Pol Totok Suharyanto langsung membuktikan komitmennya lewat langkah taktis di lapangan.
Pembentukan struktur baru Kortastipidkor Polri yang berlandaskan Perpres Nomor 122 Tahun 2024 ini seakan menjadi senjata kuat bagi Totok untuk bergerak cepat menindak perkara kakap yang menjadi perhatian negara.
Kepemimpinannya yang tegas teandalkan saat mengomandoi tim gabungan berskala besar dalam menembus ruang-ruang penyimpanan rahasia para pelaku kejahatan kerah putih.
Aksi nyata tersebut ditunjukkan saat ia memimpin langsung operasi penggeledahan besar-besaran di 12 lokasi wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (8/7/2026) malam.
Total ada 12 lokasi yang digeledah oleh tim yang dipimpin Totok Suharyanto dan juga dari Polda Metro Jaya terkait dengan tiga kasus yang melibatkan kasus batu bara PT PLN (Persero), kasus di PT Asabri (Persero), dan kasus di PT Krakatau Steel.
Penggeledahan terhadap 12 lokasi tersebut merupakan bagian dari tindakan hukum untuk mengumpulkan barang bukti.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bhudi Hermanto, membenarkan pihaknya dan Kortas Tipidkor Polri melakukan penggeledahan di 12 lokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
"Penggeledahan dilakukan di 12 lokasi," jelasnya.
Berikut 12 lokasi yang digeledah tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya:
Dari penggeledahan di kafe de’Clan Signature dan Koin Money Changer itu, polisi menyita uang senilai Rp67,2 miliaran dalam bentuk mata uang rupiah hingga mata uang asing dolar Amerika Serikat dan Singapura.
Totok berujar dalam penggeledahan di rumah yang beralamatkan di Parahyangan Golf 2 nomor 2, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ditemukan brankas terkunci, dan setelah dibuka berisi tujuh koper.
"Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," tutur Totok.
(*)
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com