Keluarga Kritik Lambannya Penangkapan Erlan dalam Kasus Kematian ASN Bangkalan
Cak Sur July 09, 2026 02:32 PM

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Sudah 15 hari berlalu sejak jasad Ruly Yunis Setiawati (50) ditemukan di dalam mobil dinasnya di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (24/6/2026).

Hingga kini, pihak kepolisian dari Polresta Sidoarjo dan Polda Jatim belum berhasil menangkap sosok terduga utama pelaku pembunuhan, Erlan (54).

Lambannya pengungkapan kasus kematian Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemkab Bangkalan ini, menuai kritik tajam dari keluarga.

Almarhumah diduga menjadi korban praktik Love Scamming yang dilakukan oleh Erlan.

Baca juga: Kronologi Penemuan Jenazah Perempuan di Parkiran Bandara Juanda, Ini Identitas Korban

Identitas Terduga Pelaku Sudah Dikantongi

Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, menegaskan bahwa identitas Erlan sebenarnya sudah sangat jelas. Data kependudukan, Nomor Induk Kependudukan (NIK), hingga alamat terakhir di Komplek Kowilhan III, Makassar, Sulawesi Selatan, sudah diketahui.

"Erlan pecundangi polisi. Keberadaannya sempat terdeteksi di daerah Barat Pulau Jawa, tetapi sekarang tidak terdeteksi lagi. Ini membuktikan lemahnya koordinasi lintas institusi Polri," ujar Risang pada Kamis (9/7/2026).

Risang bahkan telah mempublikasikan data diri terduga pelaku melalui akun media sosialnya agar masyarakat dapat turut membantu pengawasan. Data tersebut mencakup:

  • Nama: Erlan
  • Tempat/Tanggal Lahir: Pare-pare, 2 Maret 1972
  • Alamat: Komp Kowilhan 3 Mannuruki, Makassar
  • NIK: 7371100203720009

Baca juga: Hasil Pemeriksaan Organ Dalam Ruly Yunis Setiawati: Indikasi Meninggal Lemas

TKP - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah perempuan dalam mobil berplat merah yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Kondisi jenazah korban sudah membengkak.
TKP - Tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jenazah perempuan dalam mobil berplat merah yang terparkir di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Kondisi jenazah korban sudah membengkak. (Surya.co.id/M Taufik)

Kronologi Kejadian dan Jejak Digital

Sebelum ditemukan tewas, Ruly sempat meninggalkan rumahnya di Perum Lavender, Bangkalan pada Kamis (18/6/2026).

Berdasarkan jejak digital, almarhumah sempat melakukan panggilan video dengan keluarga saat berada di Pujon, Malang pada Jumat (19/6/2026).

Namun, pada Sabtu (20/6/2026), ponsel korban mulai tidak aktif.

Rekaman CCTV di Bandara Juanda menunjukkan mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP memasuki area parkir pada Sabtu sore.

Baca juga: Terungkap Perjalanan Terakhir Ruly Sebelum Ditemukan Meninggal di Bandara Juanda

Empat hari kemudian, jasad korban ditemukan dalam kondisi membusuk.

Ciri-ciri fisik pria dalam rekaman CCTV tersebut dinilai identik dengan sosok yang terlihat dalam video kebersamaan Ruly dan Erlan di Alun-alun Kota Batu.

Kesimpulannya, minimnya koordinasi dalam pelacakan terduga pelaku Erlan membuat kasus kematian Ruly Yunis Setiawati masih tertahan tanpa penetapan tersangka hingga dua minggu pasca-kejadian.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.