Sering Lihat Mobil Pelat Merah Parkir, Warga Tak Menyangka Kafe de'Clan Digeledah Polisi
Satrio Sarwo Trengginas July 09, 2026 02:52 PM

TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Sejumlah warga di sekitar cafe de'Clan Signature mengaku kaget saat mengetahui adanya penggeledahan dan penyitaan uang senilai hampir Rp 60 miliar dari tempat tersebut.

Mereka mengira bangunan dua lantai yang berada di persimpangan Jalan Cipete Raya dan Jalan Cipete III itu adalah cafe pada umumnya.

"Saya tahunya kemarin itu pas udah banyak polisi di sini. Dikirain ada apa, enggak tahunya katanya ada penggeledahan kasus korupsi," ujar Dika (Bukan nama sebenarnya) yang tinggal tak jauh dari cafe de'Clan Signature saat ditemui, Kamis (9/7/2026) siang.

Sudah Belasan Tahun

Ia mengatakan, keberadaan cafe tersebut sudah cukup lama lebih dari 10 tahun.

"Itu mah udah lumayan lama. 10 tahunan mah lebih tapi bangunannya emang belum sebagus sekarang. Waktu itu masih satu lantai aja," kata Dika.

Seingat Dika, di masa pandemi Covid-19 memang ada money changer di area cafe tersebut. 

Namun, ia tak ingat nama money changer itu, termasuk apakah sama dengan Point Money Changer yang pada Rabu (8/7/2026) turut digeledah Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya yang saat ini letaknya hanya beberapa meter dari de'Clan Signature.

"Seingat saya pas lagi pandemi itu emang ada money changer juga di tempat itu, tapi saya enggak merhatiin namanya. Karena cuma lihat sekilas aja pas lewat," ujarnya.

Sempat Direnovasi

Dika mengatakan, bangunan de'Clan Signature yang saat ini baru direnovasi beberapa tahun lalu.

Adapun kondisi bangunan saat ini terlihat cukup mewah dengan mayoritas berwarna krem. 

Bentuk bangunan cafe berkonsep modern klasik Eropa yang membuatnya lebih mirip seperti rumah mewah ketimbang cafe pada umumnya.

"Yang sekarang ini baru beberapa tahun direnovasi. Paling sekitar tiga atau empat tahun lalu," ujarnya.

Ramai Pengunjung

Menurutnya, selama ini pengunjung di cafe de'Clan Signature cukup ramai. Adapun kawasan tersebut memang banyak tempat makan maupun cafe.

Bahkan, ia menyebut kerap melihat mobil plat dinas pemerintahan yang berkunjung ke de'Clan Signature.

"Kalau mobil mewah sih saya enggak tahu, tapi kalau mobil plat merah pernah beberapa kali lihat makan di situ. Namanya di sini kan emang daerah dekat perkantoran ya," kata dia 

Tak Kenal Jampidsus

Namun, Dika mengaku tak mengetahui siapa pemilik dari cafe elit tersebut.

Saat ditunjukkan foto Jampidsus Febrie Ardiansyah yang disebut pemilik cafe tersebut, Dika mengaku tak mengenali sosok tersebut.

"Kalau siapa pemiliknya ya saya enggak tahu. Kita kan enggak sampai segitunya ya, paling tahunya cuma kondisi dari luar aja gimana pengunjungnya. Ya kalau pengunjung mah lumayan ramai lah makanya kan masih buka terus," paparnya.

Disewa untuk Pernikahan

Selain sebagai cafe dan resto, de'Clan Signature juga disewakan sebagai tempat pernikahan.

Hal itu terlihat dari pengumuman di spanduk yang terpasang di bagian samping cafe, dimana harganya Rp 73 juta untuk 100 tamu.

"Iya disewain juga buat nikahan. Hampir tiap minggu mah ada aja yang nikah," kata dia.

Diketahui, Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah Kafe de'Clan Signature dan Point Money Changer di Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (8/7/2026).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penggeledahan di cafe dan money changer yang diduga milik Jampidsus Febrie Ardiansyah itu dilakukan terkait penyidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), dan PT Krakatau Steel (Persero).

"Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang, di Cafe de'Clan dan Point Money Changer," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto di lokasi pada Rabu malam.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian Kepolisian untuk melakukan pengungkapan dan proses penyidikan," ujar Kabid Humas.

Saat melakukan penggeledahan di lantai dua Kafe de'Clan, penyidik menemukan sebuah brankas yang disembunyikan di balik lemari.

Brankas tersebut berisi dokumen dan uang dalam mata uang asing.

Dari hasil penggeledahan di Kafe de'Clan, polisi menyita uang 3.130.000 Dollar Singapura, 889.965 Dollar AS, serta uang tunai Rp 259.159.000.

"Uang yang kita sita 3.130.000 Dollar Singapura dalam bentuk Dollar Singapura, kemudian Dollar AS, dan uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk Rupiah kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi d'Clan," ungkap Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto.

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik.

Polda Metro Jaya meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami menghimbau kepada seluruh pihak untuk kita sama-sama menghormati proses yang dilakukan oleh pihak kepolisian," kata Budi di lokasi.

Berita terkait

  • Baca juga: FOTO Kafe deClan usai Digeledah Polisi, Gerbang Tertutup usai Polisi Sita Uang Hampir Rp 60 Miliar
  • Baca juga: Ditemukan Brankas Isi Tumpukan Dollar, Lantai 2 Kafe dClan Jaksel Kini Disegel Polisi
  • Baca juga: IPW Soroti Penggeledahan Restoran Prancis di Cipete, Sebut Bagian dari Pengusutan Dugaan Korupsi

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.