Sosok Hj Siti Srimulati, Warga Kebumen Bangun Jalan Pakai Dana Pribadi, Peresmiannya Dihadiri Bupati
M Zulkodri July 09, 2026 03:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Inilah sosok Hj Siti Srimulati yang membangun Jalan Siti Sudar dan menyediakan rumah singgah gratis di Kebumen, Jawa Tengah.

Siti bersama keluarganya membangun jalan tersebut sepanjang 2,5 kilometer dan dua jembatan di Dukuh Grigak, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Wanita berusia 72 tahun ini juga akan menyediakan rumah singgah gratis yang bisa dimanfaatkan saja untuk beristirahat maupun beribadah.

Belakangan diketahui, pembangunan rumah singgah tersebut sepenuhnya dibiayai menggunakan dana pribadi keluarga H Sudar.

Bangunan yang berdiri dengan konsep sederhana itu diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Baca juga: Harga McLaren 720S Milik YouTuber Andra ST yang Hancur Terbelah Dua di Sukoharjo, Ini Spek Gaharnya

Warga sekitar, para petani, maupun pengunjung dari luar daerah yang melintas di kawasan Grigak dapat memanfaatkannya tanpa dipungut biaya.

Rumah singgah itu disediakan sebagai tempat beristirahat bagi petani seusai bekerja di ladang maupun bagi wisatawan dan tamu yang ingin menikmati panorama perbukitan Grigak.

Berbagai fasilitas di dalamnya juga dapat digunakan secara gratis.

Saat ditemui di lokasi, Siti Srimulati meluruskan anggapan bahwa bangunan tersebut merupakan rumah pribadi miliknya.

Ia menjelaskan, lahan tersebut awalnya berupa kebun yang dibelinya beberapa tahun lalu. Di lokasi itu sempat dibangun kandang untuk beternak kambing.

"Ini bukan rumah ya. Jadi saya tidak bikin rumah ceritanya. Ini dulu saya beli bukan rumah, kebun. Terus taruh tempat itu tadi apa? Kambing. Kambing, tapi ternyata kambingnya tidak cocok di sini dan terlalu jauh juga. Dulu kan jalan kaki. Terlalu jauh ya di sini ditinggal. Kira-kira biar aman kan tidak ada yang ambil gitu ya," ujarnya.

Namun, rencana peternakan tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Kambing-kambing yang dipelihara terserang penyakit sehingga akhirnya dijual sebelum seluruhnya mati.

"Ternyata ya Tuhan tidak menghendaki itu ya. Kita jual sebelum mati semua," katanya.

Disiapkan Sejak Awal untuk Kepentingan Masyarakat

Setelah pembangunan Jalan Siti Sudar rampung, bangunan yang berada di atas lahan tersebut kemudian ditata kembali dan difungsikan sebagai rumah singgah bagi masyarakat.

Menurut Siti Srimulati, sejak awal bangunan itu memang tidak pernah direncanakan sebagai tempat tinggal keluarga, melainkan sebagai fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan siapa saja.

"Ya buat apa ya, buat berteduh aja. Rumah singgah ya, rumah singgah. Kalau ada yang pengen tahu ke sini, duduk di situ kan. Ya bisa salat, numpang di sini ya. Ada airnya kan," ujarnya.

Ia memastikan masyarakat bebas menggunakan fasilitas yang tersedia tanpa biaya.

"Ya rumah keluarga ya, nggak. Rumah umum ya, iya. Wong di sini pe-ibaratnya kan sedesa keluarga semuanya," katanya.
Saat ditanya apakah pengunjung dari luar daerah juga diperbolehkan singgah, Siti Srimulati menegaskan bahwa rumah singgah tersebut terbuka bagi siapa pun.

"Boleh. Bolehlah, bisa salat dan sudah kita sediakan air di luar sini," kata Hj Siti Srimulati sembari menunjukkan pipa aliran air bersih yang mengalir lancar.

Keberadaan rumah singgah itu melengkapi manfaat Jalan Siti Sudar yang kini mempermudah akses menuju kawasan pertanian di perbukitan Grigak.

Dengan adanya jalan tersebut, para petani tidak hanya lebih mudah mengangkut hasil panen, tetapi juga memiliki tempat untuk beristirahat setelah beraktivitas di ladang.

Sebelumnya, keluarga besar H Sudar membangun Jalan Siti Sudar sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer lengkap dengan dua jembatan permanen menggunakan dana tabungan pribadi.

Jalan tersebut diresmikan secara simbolis oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, pada Sabtu (4/7/2026).

Pembangunan akses baru itu berhasil membuka keterisolasian kawasan pertanian yang selama bertahun-tahun sulit dijangkau kendaraan bermotor.

Kini masyarakat tidak lagi harus berjalan kaki atau memutar jauh untuk menuju lahan pertanian. Perjalanan menjadi lebih singkat, mudah, dan aman.

Bagi Siti Srimulati, pembangunan jalan beserta rumah singgah bukan sekadar menghadirkan fasilitas fisik, tetapi juga menjadi upaya membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemudahan akses ekonomi.

"Semoga diberikan kemudahan kelancaran bagi semua orang yang ke sini. Saya ingin membantu mereka bahwa naik ke sini maka meningkatlah pendapatannya ya. Karena ini sudah tidak kayak dulu lagi. Jalan mesti susah-susah sekali. Sekarang 10 menit juga sudah nyampe. Bisa bawa hasil bumi," katanya.

Melalui pembangunan Jalan Siti Sudar dan penyediaan rumah singgah gratis, Siti Srimulati berharap masyarakat maupun pengunjung yang datang ke kawasan Grigak dapat merasakan manfaatnya secara langsung, baik sebagai tempat beristirahat, beribadah, maupun melepas lelah setelah menempuh perjalanan.

Pemkab Kebumen Beri Penjelasan soal Kehadiran Bupati Lilis Nuryani di Peresmian Jalan Swadaya Warga

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah, memberikan penjelasan terkait kehadiran Bupati Kebumen Lilis Nuryani dalam peresmian jalan dan jembatan yang dibangun secara swadaya oleh warga.

Sebelumnya, nama Lilis Nuryani ramai menjadi perbincangan di media sosial setelah menghadiri peresmian fasilitas umum di Dukuh Grigak, Desa Plumbon, Kecamatan Karangsambung, Kabupaten Kebumen, pada Sabtu (4/7/2026).

Peresmian tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Sebagian menilai kepala daerah seharusnya merasa malu karena infrastruktur yang diresmikan dibangun menggunakan dana pribadi warga, bukan anggaran pemerintah.

Menanggapi polemik tersebut, Pemkab Kebumen melalui akun Instagram resminya @pemkabkebumen, Kamis (9/7/2026), menegaskan bahwa kehadiran Bupati Lilis semata-mata untuk memenuhi undangan dari pihak penyelenggara.

Undangan tersebut berasal dari Hj Siti Srimulati (72), warga yang membiayai pembangunan jalan dan jembatan menggunakan dana pribadi.

"Perlu kami luruskan bahwa kehadiran Bupati Kebumen pada peresmian tersebut adalah memenuhi undangan Ibu Siti Sudar dan Pemerintah Desa Plumbon. Momen ini merupakan bentuk penghormatan kepada Ibu Siti Sudar, warga Desa Plumbon yang secara swadaya membangun jembatan serta menghibahkan tanah, jalan, dan biaya pribadinya menjadi aset desa demi kepentingan masyarakat dan membuka akses menuju desa di wilayah atas," tulis dalam keterangannya.

Pemkab juga menjelaskan bahwa jalan dan jembatan yang diresmikan bukan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, melainkan menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa Plumbon.

Meski demikian, pemerintah daerah menyebut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk peningkatan infrastruktur jalan di Kecamatan Karangsambung.

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan ruas Jalan Plumbon–Kalikudu, pembangunan Jalan Langse–Pujegan yang dijadwalkan pada 2026, serta lanjutan pembangunan Jalan Plumbon–Kalikudu dan Jalan Wadasmalang–Sadangwetan pada 2027.

Menutup klarifikasinya, Pemkab Kebumen mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan dan menggunakan media sosial secara bijak.

"Terima kasih, mari kita tetap bijak bermedia sosial dan bersama-sama mengapresiasi setiap kontribusi nyata untuk kemajuan Kebumen," tandas Pemkab Kebumen.

Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Bupati Lilis Nuryani mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut berkontribusi membangun daerah.

Menurutnya, kemajuan Kabupaten Kebumen hanya dapat terwujud apabila pemerintah dan masyarakat saling bekerja sama, karena pembangunan tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah daerah semata.

(Bangkapos.com/Tribun Jatim/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.