Hancur Berkeping-keping, Pesawat Boeing 737 yang Jatuh di Laut Arab Ditemukan Tinggal Puing
Hasanudin Aco July 09, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM, PAKISTAN - Angkatan Laut Pakistan dan Badan Keamanan Maritim Pakistan (PMSA) menemukan puing-puing pesawat kargo Boeing 737 yang hilang pada Selasa (7/7/2026) lalu.

Pesawat milik K2 Airways yang jatuh di Laut Arab itu ditemukan pada Rabu (8/7/2026) atau sekitar 12 jam setelah hilang dari pantauan radar.

Pesawat dilaporkan hilang dalam penerbangan menuju Karachi, Pakistan.

Pesawat yang hilang tersebut berusia 27 tahun yang dioperasikan oleh perusahaan kargo Pakistan.

Terdapat lima kru yang berada di dalam pesawat yakni  pilot Muhammad Rizwan Idris, perwira pertama Faisal Mehmood, pengatur muatan Muhammad Taufiq, teknisi Arif Siddiqui, dan Muhammad Hamid.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menginstruksikan seluruh instansi terkait agar mempercepat operasi penyelamatan pesawat tersebut.

Alami hal tak biasa

Data pelacakan penerbangan menunjukkan bahwa pesawat penerbangan TA1732 terbang normal pada ketinggian 35.000 kaki dan kecepatan 790 kilometer per jam pada pukul 21.17 ketika mengalami keadaan yang tidak biasa.'

Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat tiba-tiba berbalik arah sebelum memasuki penurunan yang cepat.

Dalam waktu lima menit, pesawat itu kehilangan ketinggian sekitar 34.000 kaki, akhirnya turun ke 1.100 kaki sambil melambat menjadi 211 kilometer per jam sebelum menghilang dari radar, menurut data FlightRadar .

PAA (Otoritas Penerbangan Sipil) mengkonfirmasi bahwa pesawat kargo tersebut hilang setelah melaporkan kerusakan pada sistem navigasinya saat berada di udara.

Pusat Kontrol Area (ACC) segera memberikan panduan kepada awak pesawat setelah menerima laporan tersebut, tambahnya.

Pilot pesawat kargo yang hilang tersebut tidak mengeluarkan panggilan darurat Mayday sebelum kontak terputus, kata seorang pengontrol lalu lintas udara kepada Geo News.

Dia  menambahkan bahwa awak pesawat mungkin tidak punya waktu untuk melakukannya mengingat betapa cepatnya keadaan darurat tersebut terjadi.

Menyusul insiden tersebut, Pusat Koordinasi Penyelamatan segera diaktifkan untuk mengoordinasikan respons dan upaya pencarian, kata juru bicara PAA.

Pada tahun 2010, sebuah pesawat kargo Rusia yang membawa delapan orang jatuh di daerah pemukiman di Karachi tak lama setelah lepas landas dari bandara kota tersebut.

Pesawat itu sedang menuju Khartoum di Sudan ketika jatuh, menewaskan semua orang di dalamnya.

Kecelakaan itu memicu kebakaran di gedung-gedung terdekat dan memicu operasi penyelamatan berskala besar.

 Menurut para pejabat saat itu, pesawat tersebut kehilangan kontak dengan menara pengontrol lalu lintas udara beberapa menit setelah lepas landas.

Sumber: CNN/Geo News 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.