Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN – Perkelahian yang menewaskan seorang pelajar di kawasan Jalan Letnan Jahidin, Sudut Lupis, Kecamatan Pasar Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, diduga bermula dari suara knalpot sepeda motor yang keras.
Peristiwa berdarah yang terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 23.30 WIB itu mengakibatkan Reyfando Arifqi (17), pelajar asal Desa Gindo Suli, Kecamatan Bunga Mas, Kabupaten Bengkulu Selatan, meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian leher sebelah kanan.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun TribunBengkulu.com, sebelum insiden terjadi Reyfando bersama beberapa rekannya sedang menghabiskan waktu di sebuah warung di kawasan Jalan Letnan Jahidin.
Berawal dari Suara Knalpot
Dari informasi yang dihimpun wartawan TribunBengkulu.com, aktivitas mereka berlangsung seperti biasa hingga seorang pengendara sepeda motor melintas dengan suara knalpot yang keras.
Suara knalpot tersebut diduga memicu reaksi korban bersama teman-temannya.
Mereka kemudian sempat mengejar pengendara motor tersebut, namun tidak berhasil menemukannya.
Setelah beberapa saat, rombongan korban kembali ke warung tempat mereka berkumpul.
Adu Mulut Berujung Perkelahian
Situasi yang sempat kembali tenang ternyata tidak berlangsung lama.
Pengendara yang diduga sebelumnya melintas kembali ke lokasi bersama beberapa rekannya.
Pertemuan kedua kelompok itu memicu adu mulut yang semakin memanas.
Percekcokan kemudian berubah menjadi aksi saling serang.
Dalam keributan tersebut, salah seorang yang diduga terlibat mengeluarkan senjata tajam dan menusuk korban.
Tusukan di leher sebelah kanan membuat Reyfando langsung tersungkur bersimbah darah.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan kendaraan menuju RSUD Hasanuddin Damrah Manna.
Namun, setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.
Keterangan Penjaga Warung
Sementara itu, Putri, penjaga warung, mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti kronologi kejadian karena saat itu warung telah tutup.
Menurutnya, warung tersebut memang setiap hari tutup sekitar pukul 23.00 WIB dan baru beroperasi di lokasi tersebut selama kurang dari satu tahun.
“Sekitar pukul 23.00 WIB warung biasanya sudah tutup. Lokasi warung berada di kawasan Pantai yang memang sering menjadi jalur lalu lintas warga,” ujar Putri kepada TribunBengkulu.com, Kamis (9/7/2026).
Ia juga menjelaskan, saat kejadian pemilik warung tidak berada di lokasi karena bekerja di tempat lain dan tidak tinggal di warung tersebut.
Polisi Masih Memburu Pelaku
Usai kejadian, terduga pelaku langsung melarikan diri.
Hingga kini keberadaannya masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Kapolres Bengkulu Selatan AKBP Aron Sebastian melalui Kapolsek Kota Manna Iptu Revi Hari Sona membenarkan adanya peristiwa yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia tersebut.
“Benar, telah terjadi peristiwa perkelahian yang mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia. Saat ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Bengkulu Selatan,” ujar Iptu Revi Hari.
Menurutnya, penyidik telah bergerak cepat dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan sejumlah barang bukti, serta meminta keterangan dari para saksi yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.
Selain memeriksa saksi, petugas juga masih menelusuri keberadaan terduga pelaku yang melarikan diri setelah penusukan terjadi.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih terus berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya perkembangan baru seiring bertambahnya alat bukti maupun keterangan saksi.
Kasus ini menjadi perhatian masyarakat Bengkulu Selatan karena melibatkan seorang pelajar yang masih berusia belia.
Warga berharap pelaku segera ditangkap agar proses hukum dapat berjalan dan keluarga korban memperoleh keadilan.
Polres Bengkulu Selatan juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan terduga pelaku maupun memiliki rekaman atau keterangan yang dapat membantu penyelidikan agar segera melapor kepada pihak kepolisian.
Dukungan masyarakat dinilai penting untuk mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
TribunBengkulu.com akan terus memperbarui informasi seiring perkembangan penanganan kasus ini.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini