Petani Curhat ke Gubernur Lampung, Jalan Rusak Jadi Penyebab Harga Gabah Anjlok  
soni yuntavia July 09, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id,  Lampung Barat – Gubernur Lampung menyatakan, harga gabah di Suoh Lampung Barat turun karena di sebabkan kondisi jalan yang rusak 

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Pungli di Jalan Rusak Jalinsum, Dua Pelaku Diamankan

Rahmat Mirzani Djausal meninjau progres pembangunan ruas jalan Suoh–SP Blok 9 di Kabupaten Lampung Barat, Rabu (8/7/2026).

Dalam kunjungannya, Mirza menegaskan pembangunan infrastruktur tidak hanya bertujuan memperbaiki akses transportasi, tetapi juga harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani.

Ruas Suoh–SP Blok 9 memiliki panjang 30,4 kilometer.

Saat ini kondisi jalan mantap baru mencapai 12 kilometer atau 39,41 persen.

Pada 2026, Pemerintah Provinsi Lampung melakukan penanganan efektif sepanjang 5,23 kilometer menggunakan konstruksi rigid pavement.

Mirza mengaku telah beberapa kali berkunjung ke Suoh dan mendengar langsung keluhan masyarakat mengenai anjloknya harga hasil panen.

"Saya sudah beberapa kali datang ke Suoh dan sempat bertanya kepada masyarakat mengenai kondisi hasil pertanian. Mereka menyampaikan harga gabah turun, ternyata penyebabnya karena jalan rusak, ditambah lagi hujan, sementara fasilitas pengering atau dryer belum tersedia sehingga kualitas hasil panen ikut menurun," katanya.

Menurut Mirza, Suoh memiliki potensi sumber daya alam yang besar dengan komoditas unggulan seperti padi, kopi, kakao, kelapa, lada hingga pisang.

Potensi tersebut, kata dia, harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Allah SWT telah menganugerahkan kekayaan alam yang luar biasa kepada masyarakat Suoh. Karena itu, saat saya mendapat amanah sebagai gubernur, cita-cita saya adalah memastikan seluruh potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat," ujarnya.

Selain pembangunan jalan, Mirza menegaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi fokus pemerintah daerah.

Ia berharap anak-anak di Suoh dapat mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi dan kembali membangun daerahnya.

"Anak-anak Suoh harus bisa mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. Kita ingin semakin banyak putra-putri Suoh menjadi sarjana, magister, doktor, lalu kembali mengabdi untuk daerahnya," ucapnya.

Mirza juga memastikan masyarakat Suoh akan memperoleh pelayanan dan pembangunan yang setara dengan daerah lain di Provinsi Lampung, termasuk penyediaan fasilitas penunjang pertanian seperti dryer untuk meningkatkan kualitas hasil panen.

Dalam kesempatan tersebut, Mirza turut memperkenalkan program pupuk hayati cair yang diberikan secara gratis kepada masyarakat. 

Program itu diklaim mampu meningkatkan produktivitas tanaman hingga 15–30 persen.

"Di Suoh ada 10 pekon. Setiap pekon saya berikan satu unit fasilitas produksi pupuk hayati cair. Satu unit mampu memenuhi kebutuhan sekitar 400 hektare lahan dalam satu kali produksi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung M Taufiqullah mengatakan, Lampung Barat memiliki lima ruas jalan provinsi dengan total panjang 112,9 kilometer.

Pada 2025, kondisi jalan mantap mencapai 79,3 persen.

Tahun ini pemerintah melaksanakan empat paket pekerjaan dengan pagu anggaran sebesar Rp 50,6 miliar.

"Dengan pelaksanaan empat paket pekerjaan tersebut, kondisi jalan mantap di Kabupaten Lampung Barat ditargetkan meningkat menjadi 84,6 persen," ujar Taufiqullah.

Selain ruas Suoh–SP Blok 9, Pemprov Lampung juga melakukan preservasi jalan Pekon Balak–Suoh serta jalan Liwa–batas Sumatera Selatan yang menjadi jalur strategis penunjang sektor pertanian, pariwisata, perikanan, hortikultura, UMKM, dan ekonomi kreatif di Lampung Barat.

( Tribunlampung.co.id )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.