SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Harga karet kembali mengalami penguatan tipis setelah sebelumnya juga mencatat kenaikan.
Kenaikan ini menjadi tren positif karena harga karet telah meningkat selama empat hari perdagangan berturut-turut.
Harga karet di pasar SGX–Sicom kembali menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Untuk Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen, harga naik sebesar Rp288 per kilogram menjadi Rp39.091 per kilogram, dibandingkan hari sebelumnya yang berada di level Rp38.803 per kilogram.
Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumatera Selatan, H. Rudi Arpian, mengatakan kenaikan tersebut membawa harga karet kembali menembus level psikologis Rp39 ribu per kilogram setelah sebelumnya berada di bawah level tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: Harga Karet di OKU Awal Juli 2026, Petani Keluhkan Produksi Getah Belum Maksimal
Menurut Rudi, penguatan harga telah berlangsung selama empat hari bursa berturut-turut. Kondisi ini menunjukkan adanya pemulihan pasar karet setelah mengalami koreksi pada akhir Juni hingga awal Juli.
"Pergerakan harga sepanjang pekan ini menunjukkan tren rebound yang berlanjut hingga mampu menembus kembali level Rp39 ribu per kilogram. Jika momentum tersebut terus terjaga, harga karet berpeluang menguji level Rp40 ribu per kilogram dalam waktu dekat," ujar Rudi.
Ia juga mengingatkan para petani agar tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) sehingga dapat memperoleh harga jual yang optimal di tengah tren penguatan harga saat ini.
Adapun harga karet di pintu pabrik berdasarkan kadar karet kering pada Kamis (9/7/2026) sebagai berikut:
KKK 100 persen: Rp39.091 per kilogram
KKK 70 persen: Rp27.364 per kilogram
KKK 60 persen: Rp23.455 per kilogram
KKK 50 persen: Rp19.546 per kilogram
KKK 40 persen: Rp15.636 per kilogram
KKK 30 persen: Rp11.727 per kilogram
Harga tersebut belum dipotong biaya produksi.