BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mengatakan, saat ini masyarakat sangat membutuhkan pembangunan sekolah menengah.
Sehingga pemerintah membangun SMA Negeri 5 Pangkalpinang, khususnya di Kelurahan Air Kepala Tujuh dan Kelurahan Tuatunu.
Dikatakan Hidayat, pemerintah membangun sekolah baru sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Saya berharap ke depannya kita juga dapat membangun SMP negeri di wilayah Tuatunu karena kawasan ini merupakan daerah dengan jumlah penduduk yang cukup padat dan membutuhkan fasilitas pendidikan yang memadai," kata Gubernur Babel, Hidayat Arsani, Kamis (9/7/2026).
Dia meminta agar camat dan lurah terkait terus memantau kondisi masyarakat serta memastikan anak-anak usia sekolah tetap melanjutkan pendidikan.
Diketahui, Gubernur Babel telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 5 Pangkalpinang yang berlokasi di Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, pada Selasa (7/7/2026).
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Saiful Bakri, mengatakan, antusiasme siswa yang ingin bersekolah di SMAn 5 Pangkalpinang sedang tinggi.
Sehingga Dindik Babel meminta dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk menambah jumlah ruang kelas, dari empat menjadi lima kelas.
Tujuannya, untuk memenuhi kebutuhan layanan pendidikan di kawasan tersebut.
"Kita usulkan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terkait buka akses dapodiknya. Mereka tertampung semuanya untuk daerah sekitar sekolah," kata Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Saiful Bakri.
Ia menegaskan jangan sampai anak-anak di Kelurahan Tuatunu dan Air Kepala Tujuh tidak mendapatkan akses pendidikan, sementara sekolah sudah tersedia.
Menurutnya, dengan empat ruang kelas yang saat ini dibangun, SMAN 5 Pangkalpinang hanya mampu menampung sekitar 144 siswa.
"Karena itu, kita akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar SMAN 5 Pangkalpinang diberikan kekhususan sehingga dapat menampung siswa melebihi kapasitas normal untuk mengakomodasi tingginya antusias siswa," katanya. (Bangkapos.com/Riki Pratama)