TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Peristiwa tragis terjadi di kawasan pesisir Pantai Karangria, tepatnya di Kelurahan Bitung Karangria, Kecamatan Tuminting, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), pada Rabu (8/7/2026) malam.
Dua remaja laki-laki ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Pantai Karangria.
Lokasi kejadian berada di wilayah pesisir utara Kota Manado yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi dan dikenal sebagai salah satu kawasan pantai yang kerap didatangi warga.
Identitas kedua korban kini telah diketahui.
Dua korban bernama Imanuel Maliombo (18) dan Christian Maliombo (14).
Keduanya merupakan saudara kandung yang tinggal di Kelurahan Tumumpa II, Lingkungan IV, Kecamatan Tuminting, Kota Manado.
Kapolsek Tuminting, Iptu Ferri Victor Tutu, membenarkan bahwa kedua korban memiliki hubungan kakak dan adik.
"Benar, kedua korban merupakan kakak beradik," ujarnya kepada Tribun Manado.
Sebelum jasad kedua korban ditemukan, masyarakat di sekitar Pantai Karangria berupaya melakukan pencarian setelah mengetahui adanya dugaan orang tenggelam di lokasi tersebut.
Saat berhasil ditemukan, Imanuel dan Christian sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Selanjutnya, keduanya dievakuasi dari bibir pantai menuju Rumah Sakit Pancaran Kasih Manado untuk penanganan lebih lanjut.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih dalam penyelidikan kepolisian. Aparat masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi guna menyusun kronologi secara utuh.
Selain itu, pihak kepolisian juga masih berkoordinasi dengan keluarga korban terkait kemungkinan dilakukan autopsi.
"Kami masih menunggu keputusan dari pihak keluarga apakah akan dilakukan autopsi atau tidak," kata Iptu Ferri Victor Tutu.
Ia menambahkan, penyidik belum dapat menyimpulkan penyebab pasti peristiwa tersebut karena proses pemeriksaan saksi masih berlangsung.
"Kami masih meminta keterangan dari para saksi untuk mengetahui kronologi lengkap kejadian. Mohon menunggu hasil penyelidikan," tutupnya.
Tribunmanado mengunjungi rumah duka di Kelurahan Tumumpa Dua.Kamis (9/7/2026) pagi.
Jenazah kedua kakak beradik ini tengah dibaringkan dalam dua peti jenazah pada bagian dalam rumah.
Jas putih membalut tubuh Christian.
Jenazah sang kakak dibalut jas hitam.
Jenazah keduanya dikelilingi keluarga yang dilanda kesedihan mendalam atas berpulangnya sanak mereka yang terkasih.
Nuansa duka terasa begitu pekat. Tangis terdengar, air mata tumpah.
Di luar, sekelompok pria tengah membangun tenda.
Beberapa pemuda rekan dua bersaudara ini tengah bersiap masuk ke rumah duka untuk melayat.
Daniel kakak dari kedua korban mengaku peristiwa itu mengejutkan keluarga. "Kami sama sekali terkejut dengan peristiwa ini," kata dia.
Ungkap dia, Imanuel, Christian bersama seorang rekan mereka pergi ke pantai pada Rabu sekira pukul 17.30 Wita.
Mereka menyempatkan santap durian di rumah sebelum ke pantai.
"Tiba tiba datang kabar bahwa keduanya tenggelam," kata dia.
Segera keluarga menuju ke pantai yang berada ratusan meter dari kediaman mereka.
Pencarian dilakukan dan keduanya ditemukan oleh seorang anggota keluarga.
Kala itu, sang adik tampak tak bernyawa. Sementara sang kakak terlihat masih bergerak. Keduanya dibawa ke RS Pancaran Kasih Manado.
Daniel mengaku mendengar kisah sang kakak yang ingin selamatkan adiknya saat peristiwa nahas itu.
Sebut dia, keduanya memang sangat dekat. "Keduanya begitu dekat," katanya.
Ia menuturkan, sang kakak sudah bekerja.
Sedang sang adik baru mau masuk SMA.
Direncanakan jenazah kedua kakak beradik ini akan dimakamkan di Pemakaman Umum Pemkot Manado pada Sabtu mendatang.
Terbersit harapan keluarga bahwa malam keduanya bisa berdampingan.
"Kami semua sangat terkejut, terpukul dan begitu berduka, sangat sangat berduka, tapi kami memahami bahwa rencana Tuhan lebih indah dari rencana manusia," kata dia. (Art)