TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kapolresta Jayapura Kota Kombes Fredrickus Maclarimboen menerjunkan personel ke lapangan guna mencegah terjadinya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Langkah ini diambil untuk memastikan proses distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kota Jayapura berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Penempatan personel Polri di sejumlah SPBU strategis tersebut sudah mulai digerakkan sejak Rabu (8/7/2026).
Fredrickus Maclarimboen menegaskan, kehadiran anggotanya di areal SPBU mengemban misi khusus untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Baca juga: Pria 18 Tahun di Keerom Gasak Dua Handphone Saat Rumah Sepi, Satu Unit Dijual Murah ke Konter HP
"Ini bukan sekadar pengamanan biasa, kehadiran personel di lapangan difokuskan untuk mengatur arus kendaraan, mencegah kemacetan akibat antrean panjang, serta mengawasi jalannya distribusi BBM subsidi agar tetap tertib," ujar Fredrickus diwawancarai Tribun-Papua.com di Jayapura, Kamis (9/7/2026).
Ia berkomitmen memberikan rasa aman dan memastikan masyarakat bisa memperoleh pelayanan pengisian BBM tanpa adanya gangguan atau aksi saling serobot.
Banyak Kendaraan Luar Daerah Ikut Mengantre
Berdasarkan hasil pemantauan sementara di lapangan, polisi mengidentifikasi salah satu faktor utama yang memicu terjadinya antrean panjang di SPBU Kota Jayapura.
Diketahui, tingginya jumlah kendaraan dari luar wilayah Kota Jayapura yang turut berburu BBM subsidi menjadi penyebab utama kepadatan.
Kondisi tersebut kini menjadi bahan evaluasi bersama antara pihak kepolisian, Pemerintah Daerah (Pemda), serta PT Pertamina agar mekanisme distribusi ke depan bisa lebih efektif dan tepat sasaran.
Baca juga: Banyak Mafia Bermain hingga Pasok Tambang Ilegal, Pemkab Nabire Gandeng Polisi Tertibkan BBM Subsidi
Selain mengatur lalu lintas, personel Polresta Jayapura Kota juga memantau pola antrean untuk mengidentifikasi faktor penyebab kepadatan secara proaktif guna mencari solusi jangka panjang.
Kombes Fredrickus memastikan pasokan energi untuk masyarakat di ibu kota Provinsi Papua ini dalam kondisi yang memadai. Oleh sebab itu, ia meminta warga untuk tetap tenang.
“Stok BBM bersubsidi dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying) maupun terpancing isu-isu yang tidak benar,” tegasnya.
Kapolresta juga meminta masyarakat untuk tetap disiplin dan tertib saat mengantre, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. (*)