Murid Baru SMA Swasta di Ende Ini Hanya 2 Orang, Kepsek Minta Solusi Konkret Pemerintah 
Nofri Fuka July 09, 2026 05:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, ENDE – Kondisi penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 khususnya di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Ende sangat memprihatikan.

Jumlah penerimaan murid baru di sekolah-sekolah swasta di Kabupaten Ende sangat menurun drastis.

Kepala SMA Katolik Taruna Vidya (SMA Tarvid), Fiklarius Jawa,S.Pd menjelaskan, hingga saat ini, murid baru yang sudah mendaftar di sekolahnya baru berjumlah dua orang.

"Kami mengalami kendala, minat siswa ke sekolah kami itu sangat menurun, sampai dengan saat ini baru dua orang yang mendaftar, jadi sangat sedih, seperti itulah kondisi kami setiap tahun, kami ini hanya mengharapkan siswa pindahan dari sekolah lain, selalu begitu setiap tahun," ujarnya, Kamis (9/7/2026).

 

Baca juga: Keluhkan Infrastruktur, Kades di Pelosok Ende Sebut Tak Punya Orang Dalam di Birokrasi

 

 

Terhadap kondisi ini, Ia meminta perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam hal ini Dinas Pendidikan.

"Kita jangan hanya bicara tapi harus realistis, langkah apa yang harus kita tempuh, pemerintah harus bijak mengambil langkah untuk masalah serius ini, dan segera mengambil langkah konkret supaya sekolah-sekolah swasta ini harus terus hidup, jangan hanya slogan maju bersama, hebat semua, maju apanya?," tegasnya.

Kekurangan jumlah murid baru berdampak pada menurunnya jumlah jam mengajar guru sertifikasi dan honorarium para guru honorer komite.

Selain SMA Katolik Taruna Vidya (SMA Tarvid), keluhan yang sama juga dialami SMA Islam Muthmainnah Ende.

Meski jumlah murid baru lebih banyak dari SMA Katolik Taruna Vidya (SMA Tarvid), namun kondisi itu disebut berdampak terhadap menurunnya jumlah jam mengajar guru sertifikasi dan honorarium para guru honorer komite.

Dampak ikutan lainnya yakni banyak guru di sekolah-sekolah swasta tidak akan bisa menerima dana sertifikasi karena kekurangan jam mengajar.

Hingga saat ini, jumlah murid baru di SMA Islam Muthmainnah Ende berjumlah 75 orang atau hanya dua rombongan belajar (rombel).

Jumlah ini menurun dari tahun sebelumnya yang mencapai empat rombongan belajar (rombel).

Menurut Kepala SMA Islam Muthmainnah Ende, Lukman Pua Rangga, penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 di sekolahnya berdasarkan edaran Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang merujuk pada surat edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

"Karena kami ini sekolah swasta, penerimaan murid baru itu sampai dengan tanggal 13 Juli saat MPLS baru ditutup atau bisa saja tidak ditutup karena kita sekolah swasta, sampai dengan saat ini, murid baru di SMA Islam Muthmainnah ini baru 75 orang, ini sangat mengkuatirkan atau sangat berkurang jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," jelasnya.

Faktor penyebabnya, tegas Lukman karena tidak ada pembatasan kuota penerimaan murid baru di sekolah-sekolah negeri untuk tahun ajaran 2026/2027.

Ia bahkan mengungkapkan, beberapa sekolah swasta di Kabupaten Ende bahkan belum ada murid baru.

Meski demikian, Ia bertekad semaksimal mungkin agar tahun depan jumlah murid di SMA Islam Muthmainnah kembali meningkat.

"Selain berdampak pada menurunnya jumlah jam mengajar guru sertifikasi, yang bermasalah juga nanti ke honorarium guru honor komite, jadi terpaksa kita akan lakukan perampingan dan kita hanya bisa ucapkan terima kasih kepada mereka, jalan satu-satunya harus seperti itu, kalau tidak kita mau bayar gaji pakai apa?," tegasnya.

Ia juga menegaskan, dalam setiap pertemuan bersama para kepala sekolah SMA di Kabupaten Ende, ia selalu menyampaikan agar diperhatikan sistem dan kuota penerimaan murid baru baik untuk sekolah negeri maupun swasta. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.